Dibacakan Bersama Ormas Pendiri, Ini Bunyi Taujihat MUI di Halal Bi Halal
Sadam Al Ghifari
Penulis
Azharun N
Editor
JAKARTA, MUI Digital-Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan 10 poin taujihat yang dibacakan oleh 10 perwakilan Ormas Islam pendiri MUI dalam acara Halal Bihalal 1447 H.
Kegiatan acara Halal Bi Halal 1447 H digelar di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Rabu (15/4/2026) malam WIB. Taujihat yang dikeluarkan MUI bertajuk Bersatu dalam Ukhuwah untuk Keadilan dan Perdamaian Dunia.
Perwakilan ormas Islam pendiri MUI yang membacakan 10 taujihad tersebut yakni Prof KH Nizar Ali (Nahdlatul Ulama) KH Sahad Ibrahim (Muhamadiyah) dan Buya Syarfi (PERTI).
Kemudian, Rusydy Zakaria GUPPI, Rahmat Hidayat (DMI), Oke Setiadi Affedi (MA), Ruswanto (PTDI), Musyhuril Khamis (Al Washliyah), Inayatullah A. Hasim (Al Ittihadiyah) dan Hamdan Zoelva (Syarikat Islam).
Pembacaan 10 taujihat ini juga dipandu oleh Sekretaris Jenderal MUI Buya Amirsyah Tambunan, Wakil Ketua Umum MUI KH Cholil Nafis dan KH Marsudi Syuhud.
Berikut 10 poin taujihat MUI:
1. Bahwa setiap umat manusia memiliki tanggung jawab (mas'uliyah insaniyah) dalam menegakkan keadilan dan memberantas kezaliman sebagai salah satu wujud nyata pengamalan ajaran agama. Oleh karena itu menjadi kewajiban setiap umat manusia untuk menolak, menghentikan peperangan karena bentuk nyata kezaliman dan kesewenang-wenangan. Wujud nyata ukhuwah insaniyah (persaudaraan kemanusiaan) adalah umat bersatu (wahdatul ummah) guna menegakkan keadilan untuk semua bangsa dan negara serta agar saling tolong menolong (ta'awun) dan melindungi manusia (takaful) dari kezaliman, penjajahan dan agresi militer