Lewati ke konten utama
Rabu, 14 Oktober 2026 / 3 Jumadil Awal 1448 H
Jadwal memuat...
Kapolda Metro Jaya
Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Prof Dadang Hartanto (tengah) saat mendampingi Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dalam kunjungan silaturahim ke Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (13/10/2026). Foto: Istimewa
Berita

Dampingi Kapolri Silaturahim ke MUI, Kapolda Metro Jaya Sebut Doa Ulama Sandaran Utama Tugasnya

Dampingi Kapolri Silaturahim ke MUI, Kapolda Metro Jaya Sebut Doa Ulama Sandaran Utama Tugasnya

/ 3 Jumadil Awal 1448 H 3 menit baca 337 dibaca

Jakarta, MUI Digital-Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Prof Dadang Hartanto, mengungkapkan doa dari para ulama merupakan sandaran utama serta kekuatan terbesar bagi kepolisian dalam mengawal keamanan dan ketertiban di wilayah hukum DKI Jakarta dan sekitarnya.

Hal tersebut disampaikannya saat mendampingi Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dalam kunjungan silaturahim ke Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (13/10/2026).

​Di hadapan para pimpinan MUI Pusat, Komjen Pol Dadang Hartanto mengungkapkan kesadarannya akan tantangan dinamika keamanan Jakarta yang sangat kompleks. Menurutnya, upaya teknis kepolisian semata tidak akan cukup tanpa dibarengi restu spiritual dari para tokoh agama.

Kapolda Metro Jaya secara terbuka memohon dukungan moral, spiritual, serta arahan dari para kiai dan pimpinan MUI. Dia menggarisbawahi pentingnya posisi ulama sebagai pilar tak terpisahkan dalam mendukung kelancaran tugas-tugas kepolisian di ibu kota.

"Kami sangat menyadari bahwa tugas mengamankan Jakarta ini tidak mudah dan sangat kompleks. Selain upaya-upaya kepolisian yang terus kami tingkatkan, saya sangat memahami bahwa doa ulama adalah doa yang makbul. Kita tahu senjata kaum Muslim itu adalah doa, dan doa dapat mengubah ketentuan. Bagi saya pribadi dan institusi, ulama adalah sandaran terdepan dalam melaksanakan tugas," ujar Komjen Pol Dadang Hartanto.

Pendekatan religius dan humanis ini diwujudkan melalui program "Polisi Bersama Masyarakat" yang digagas Kapolri. Kapolda Metro Jaya memastikan jajarannya di Polda Metro Jaya aktif turun langsung ke masyarakat melalui program Shubuh Berjamaah dan Safari Jumat Keliling untuk menyerap aspirasi warga serta memohon restu para ulama di masjid-masjid wilayah Jakarta.

Selain memohon dukungan doa, Komjen Pol Dadang Hartanto memaparkan langkah-langkah konkret Polda Metro Jaya dalam merespons berbagai keresahan yang disampaikan para tokoh agama dan masyarakat. 

Salah satu fokus utamanya adalah pembersihan wilayah-wilayah yang teridentifikasi sebagai kawasan rawan atau "kampung narkoba."

​"Sesuai perintah Bapak Kapolri, kami langsung turun ke lokasi-lokasi tersebut, melakukan pembersihan, dan mendirikan posko pengamanan. Selain itu, kami juga memberikan perhatian khusus pada ancaman kenakalan remaja, seperti aksi tawuran yang membawa senjata tajam serta tindak premanisme yang meresahkan," tutur Kapolda.

Untuk mempercepat penyelesaian masalah hukum dan keluhan warga, Kapolda Metro Jaya menegaskan bahwa pihaknya telah mengklasifikasikan penanganan kasus berdasarkan urgensi dan dampak sosialnya. 

Kasus-kasus kejahatan jalanan, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), hingga penganiayaan kini diprioritaskan agar korban mendapatkan kepastian hukum dengan cepat.

Untuk memastikan komunikasi antara polisi dan warga berjalan tanpa sekat, Kapolda Metro Jaya bahkan secara terbuka membagikan nomor WhatsApp pribadinya di nomor 0811-8129-494 kepada publik dan para kiai. Hal ini diambil untuk menerima pengaduan langsung terkait kinerja anggota maupun potensi gangguan kamtibmas di wilayah DKI Jakarta.

​"Melalui saluran ini, kami dapat menyaring laporan mana yang sifatnya mendesak, seperti kasus kekerasan dan perilaku anggota yang perlu ditertibkan, untuk segera ditindaklanjuti secara presisi," tambahnya.

Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar, Sekretaris Jenderal MUI Buya Amirsyah Tambunan, Bendahara Umum MUI H Misbahul Ulum, serta para Wakil Ketua Umum MUI yakni KH M Cholil Nafis, Buya Anwar Abbas, dan KH Marsudi Syuhud.

Rombongan silaturahim Polri ke MUI yang dipimpin Kapolri juga dihadiri oleh Kabaintelkam Irjen Pol. Dedy Kusuma Bakti, Kabaharkam Komjen Pol Herry Heryawan, Kabareskrim Irjen Asep Safrudin, Kadiv Propam Irjen Pol Dr Mahmud Nazly Harahap, serta Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko.

Google Ads
BAGIKAN:
Google Ads