Lewati ke konten utama
Selasa, 13 Oktober 2026 / 2 Jumadil Awal 1448 H
Jadwal memuat...
Silaturahim Kapolri
Silaturahim Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto di Kantor MUI Pusat, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (13/10/2026). Foto: Istimewa
Berita

Di Hadapan Kapolri, Ketum MUI Tekankan Sinergi Kunci Kemajuan Bangsa Indonesia

Di Hadapan Kapolri, Ketum MUI Tekankan Sinergi Kunci Kemajuan Bangsa Indonesia

/ 2 Jumadil Awal 1448 H 3 menit baca 181 dibaca

Jakarta, MUI Digital— Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Anwar Iskandar, menegaskan pentingnya memperkuat sinergitas antara ulama dan kepolisian sebagai kunci utama menjaga stabilitas nasional untuk mewujudkan kemajuan bangsa Indonesia.

Hal itu disampaikan saat menerima kunjungan silaturahim Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto di Kantor MUI Pusat, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (13/10/2026).

Kiai Anwar menyampaikan bahwa stabilitas keamanan merupakan fondasi yang sangat penting dalam keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara. 

Tanpa adanya rasa aman dan kondisi negara yang stabil, berbagai ikhtiar masyarakat dalam beribadah, menuntut ilmu, mendidik generasi muda, hingga bekerja mencari nafkah tidak akan dapat berjalan secara optimal.

Dia menegaskan, stabilitas itu adalah faktor yang amat sangat dibutuhkan oleh kehidupan. 

“Di sinilah kita bertanggung jawab membangun tanggung jawab bersama,” tutur dia.  

Dia berkeyakinan apabila perjuangan-perjuangan ini bisa bersinergi menuju Indonesia yang lebih baik, insya Allah Indonesia dan rakyat yang akan diuntungkan. 

Lebih lanjut, Kiai Anwar menjelaskan bahwa MUI memiliki dua peran dan misi strategis yang saling melengkapi dan tidak dapat dipisahkan. 

Pertama, sebagai himayatul ummah atau pengayom dan pelindung umat, serta kedua, sebagai shodiqul hukumah atau mitra strategis pemerintah.

Kehadiran kepolisian di tengah masyarakat menjadi jembatan krusial agar nilai-nilai keagamaan dan aturan hukum dapat ditegakkan secara beriringan.

Menurutnya, ada banyak ruang tugas yang saling beririsan antara mandat Alquran dan amanat undang-undang. 

Sebagai contoh dalam penanganan kejahatan seperti narkoba maupun kemungkaran lainnya. Secara hukum agama, narkoba telah ditegaskan haram. 

Namun, hukum dan larangan keagamaan tersebut tidak dapat terlaksana dan tertangani secara optimal di lapangan tanpa adanya tindakan nyata serta penegakan hukum dari aparat kepolisian.

Dia menjelaskan sinergitas ini penting dalam bersama-sama menjaga amanah dan mandat undang-undang sekaligus mandat Alquran. Doa Pertama Nabi Ibrahim AS adalah memohon agar negara ini aman, baru kemudian sejahtera dan beriman. 

“Antara keamanan, kesejahteraan, dan keimanan itu satu paket," katanya menambahkan. 

Dalam kesempatan tersebut, Ketum MUI juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas sosok Jenderal Suyudi Ario Seto yang dinilainya tidak hanya sosok pemimpin Kepolisian (Bhayangkara), tetapi juga memiliki pemahaman serta kualitas keberagamaan yang baik. 

Kehadiran pimpinan Polri yang taat dan dekat dengan agama diharapkan mampu membawa kesejukan serta keberkahan bagi penegakan hukum di Indonesia.

Kiai Anwar juga berharap sinergitas antara Polri dan pesantren dapat terus diperkuat ke depan, termasuk terbukanya kesempatan luas bagi para santri dan santriwati untuk mengabdi menjadi bagian dari anggota Polri. 

Pertemuan silaturahim ini turut dihadiri oleh Dewan Pimpinan MUI Pusat, di antaranya Sekretaris Jenderal Buya Amirsyah Tambunan, Bendahara Umum H Misbahul Ulum, serta para Wakil Ketua Umum MUI yakni KH M Cholil Nafis, Buya Anwar Abbas, dan KH Marsudi Syuhud. 

Tampak hadir pula Ketua MUI Bidang Fatwa Prof KH Asrorun Niam Sholeh, Ketua Bidang Penelitian Prof Utang Ranuwijaya, Ketua Bidang Hukum Wahiduddin Adams, Wasekjen Bidang Infokomdigi Dr Asrori S Karni, dan Wasekjen Bidang Ukhuwah Samsul Qomar.

Sementara dari jajaran Mabes Polri, Kapolri didampingi oleh Kabaintelkam Irjen Pol Dedy Kusuma Bakti, Kabaharkam Polri Komjen Pol Herry Heryawan, Kabareskrim Irjen Asep Safrudin, Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Prof Dadang Hartanto, Kadiv Propam Irjen Pol Dr Mahmud Nazly Harahap, serta Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko.

Google Ads
BAGIKAN:
Google Ads