Lewati ke konten utama
Selasa, 1 September 2026 / 19 Rabiul Awal 1448 H
Jadwal memuat...
Berita

BKSAP DPR RI Siap Bawa Suara Indonesia untuk Palestina ke Forum Parlemen Internasional

2 menit baca 165 dibaca
dba19aef-30cc-4f05-946a-7da4c4ce3219
Bagikan:

JAKARTA, MUI Digital — Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI berkomitmen terus membawa aspirasi dan suara masyarakat Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina melalui berbagai forum parlemen internasional.

Komitmen tersebut disampaikan Ketua BKSAP DPR RI, Syahrul Aidit Maazat, dalam kegiatan SIMATINA 2026 bertajuk “Melawan Penistaan Masjidil Aqsa dan Penjajahan Palestina” Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan peluncuran HQ Asia Pacific Coalition for Quds and Palestine (APCQP) yang digelar pada Senin (31/8/2026). 

Menurut Syahrul, perjuangan Palestina tidak boleh berhenti pada forum-forum nasional, tetapi perlu terus disuarakan dalam berbagai forum internasional yang memiliki ruang untuk memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina.

Ia mengatakan, BKSAP DPR RI akan menghadiri IPU ke-153 di Arusha, Tanzania, pada 5–9 Oktober mendatang. Momentum tersebut akan dimanfaatkan untuk membawa aspirasi yang berkembang dalam forum SIMATINA 2026 ke tingkat parlemen internasional.

“Kami ingin membawa suara forum ini ke sana, kami ingin membawa suara MUI, kami ingin membawa suara keumatan Indonesia, kami ingin membawa suara masyarakat sipil Indonesia, dan kami ingin membawa suara rakyat Indonesia yang sejak awal berdiri bersama perjuangan rakyat Palestina,” ujar Syahrul.

Lebih lanjut, Syahrul menegaskan bahwa isu Palestina harus terus diperjuangkan dalam berbagai forum parlemen internasional. 

Menurutnya, perjuangan tersebut tidak hanya dilakukan melalui satu forum, tetapi perlu diperluas ke berbagai jaringan parlemen di dunia.

Ia menyebut isu Palestina perlu terus dibawa ke IPU, PUIC, parlemen negara-negara Muslim, parlemen negara-negara Asia, Afrika, Eropa, dan Amerika, serta forum parlemen internasional lainnya yang memungkinkan.

Dalam upaya memperkuat perjuangan tersebut, Syahrul juga menyoroti pentingnya membangun kesepahaman di antara negara-negara Islam dalam forum parlemen internasional. 

Ia mengungkapkan bahwa dalam forum PUIC sebelumnya, dirinya pernah mengusulkan agar negara-negara Islam bersama-sama mendorong peninjauan keanggotaan Israel di IPU.

Namun, menurutnya, dinamika hubungan diplomatik sejumlah negara dengan Israel menjadi salah satu tantangan dalam membangun kesepakatan bersama.

Meski demikian, Syahrul menegaskan bahwa dinamika tersebut tidak boleh membuat perjuangan Palestina berhenti. 

Ia berharap suara masyarakat Indonesia yang sejak awal mendukung perjuangan rakyat Palestina dapat terus disampaikan melalui jalur diplomasi parlemen.

Pada akhirnya, Syahrul berharap forum SIMATINA 2026 tidak berhenti sebagai ruang dialog, tetapi menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat dibawa ke berbagai forum internasional.

“Semoga forum ini tidak berhenti sebagai forum dialog, semoga forum ini menjadi awal dari aksi dan tanggung jawab,” pungkasnya.