Lewati ke konten utama
Selasa, 1 September 2026 / 19 Rabiul Awal 1448 H
Jadwal memuat...
Berita

Buya Anwar Abbas: Kiai Miftachul Akhyar dan Gus Kikin Bawa Angin Segar Perbaikan Ekonomi Umat

2 menit baca 144 dibaca
Buya Anwar Abbas
Waketum MUI Buya Anwar Abbas saat membuka Workshop Penyusunan Buku Panduan Pranikah bagi Remaja bertema "Membangun Keluarga Sakinah untuk Generasi Masa Depan". Foto: Fitri/ MUI Digital
Bagikan:

JOMBANG, MUI Digital— Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Buya Anwar Abbas, menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya kembali KH Miftachul Akhyar sebagai Rais 'Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026–2031.

Buya Anwar Abbas meyakini kepemimpinan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU dengan KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) sebagai Ketua Umum PBNU akan membawa angin segar, khususnya dalam mengatasi persoalan ketimpangan sosial dan ekonomi umat di Indonesia.

Menurutnya, sosok KH Miftachul Akhyar selama ini senantiasa mengedepankan pendekatan dakwah yang sejuk, persuasif, serta berorientasi pada penyelesaian masalah. 

Dalam berbagai kesempatan, Rais 'Am PBNU tersebut konsisten mengingatkan pentingnya dakwah yang merangkul dan mendidik, bukan memukul atau menghardik.

Selain perhatian besar pada aspek keagamaan, KH Miftachul Akhyar juga dinilai memiliki konsern yang sangat tinggi terhadap penguatan ekonomi kerakyatan. 

Buya Anwar Abbas menyebutkan KH Miftachul Akhyar secara tegas mengingatkan keterpurukan ekonomi umat dapat mengganggu penegakan amar ma'ruf nahi munkar.

​"Khutbah Iftitah Pembukaan Muktamar ke-35 NU yang disampaikan oleh KH Miftachul Akhyar memberikan pesan mendalam. Beliau menegaskan bahwa tanpa kemandirian dan penguatan di bidang ekonomi serta bisnis, umat Islam akan sulit mencegah kemunduran," ujar Buya Anwar Abbas dalam keterangannya kepada MUI Digital, Senin (31/8/2026).

Untuk mewujudkan kedaulatan ekonomi umat dan bangsa, Buya Anwar Abbas mengungkapkan, KH Miftachul Akhyar terus mendorong pemerintah agar konsisten mengimplementasikan amanat Pasal 33 UUD 1945. 

Ketua PP Muhamadiyan ini menilai, dorongan ini sangat krusial agar pengelolaan sumber daya alam nasional benar-benar diperuntukkan bagi  kemakmuran rakyat serta mampu mengikis ketimpangan sosial yang diakibatkan oleh sistem ekonomi terlampau liberal.

Pengamat Sosial Ekonomi dan Keagamaan ini optimis gagasan dan cita-cita besar Rais Aam PBNU tersebut dapat diimplementasikan secara optimal. 

Menurutnya, kehadiran Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU sebagai pasangan yang tepat karena memiliki latar belakang serta pengalaman panjang di dunia manajemen, ekonomi, dan bisnis.

​"Kombinasi antara KH Miftachul Akhyar yang kaya akan kearifan dakwah serta visi ekonomi kerakyatan dengan Gus Kikin yang berpengalaman manajerial akan menjadi kekuatan besar. Saya yakin duet kepemimpinan ini mampu menjawab tantangan ketimpangan ekonomi umat dan membawa NU menjadi organisasi yang sejuk, berkemajuan, serta memberi manfaat nyata bagi bangsa dan kemanusiaan," ungkapnya.