Lewati ke konten utama
Jumat, 24 Juli 2026 / 9 Shafar 1448 H
Jadwal memuat...
Berita

Besok, Presiden RI Prabowo Subianto Dijadwalkan Buka Kongres Umat Islam Indonesia VIII

2 menit baca 218 dibaca
Marsudi Syuhud
Waketum MUI KH Marsudi Syuhud
Bagikan:

Jakarta, MUI Digital— Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan akan membuka secara resmi Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII pada Jumat besok, 24 Juli 2026.

Forum lima tahunan yang diinisiasi oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini bakal menjadi ajang konsolidasi akbar sekitar 87 organisasi Islam dari seluruh penjuru Tanah Air.

Kegiatan yang bertajuk: Umat Bersatu, Bangsa Berdaulat, Negara Kuat ini rencananya digelar pada 24–26 Juli 2026 di Hotel Bidakara, Jakarta.

Wakil Ketua Umum MUI sekaligus Ketua Steering Committee (SC) KUII VIII, KH Marsudi Syuhud, mengonfirmasi kehadiran orang nomor satu di Indonesia tersebut pada hari pertama pelaksanaan kongres.

"Pada acara itu nanti akan dibuka oleh Presiden, yaitu pada tanggal 24 Juli kira-kira jam 16.00 WIB. Setelah itu dilanjutkan dengan sidang pleno-pleno," terang Kiai Marsudi di Jakarta, Kamis (23/7/2026). 

Baca juga:Materi Pembahasan Telah Dimatangkan Tiga Bulan, MUI Berserta 87 Organisasi Islam Bersiap Ramaikan KUII ke-VIII

Kiai Marsudi menjelaskan, KUII merupakan amanat organisasi yang diselenggarakan minimal satu kali dalam lima tahun. Sebagai rumah besar umat Islam Indonesia, MUI memiliki tanggung jawab moral dan organisatoris untuk memfasilitasi musyawarah besar ini.

Dia menyebut, Kongres Umat Islam Indonesia ini akan diikuti oleh organisasi-organisasi Islam yang jumlahnya kurang lebih 87 organisasi.

“Mengapa dilakukan oleh MUI? Karena organisasi-organisasi Islam itu berada dalam satu umbrella, satu rumah besar, yaitu Majelis Ulama Indonesia," kata dia menegaskan.

Lebih lanjut, Kiai Marsudi menegaskan bahwa KUII VIII bukan sebatas agenda seremonial berkumpulnya para tokoh. Forum ini dirancang sebagai ruang dialog kritis dan strategis untuk menyumbang gagasan nyata kepada pemerintah.

Baca juga:KUII VIII Jadi Forum MUI dan Ormas Islam Evaluasi Arah Pembangunan Nasional

"Membangun bangsa adalah sebuah keharusan. Maka kritik itu biasa jika nanti di dalam kongres ini ada masukan-masukan terhadap pemerintah," ujarnya.

Rangkaian sidang pleno selama tiga hari akan menghadirkan deretan menteri kabinet, pimpinan lembaga negara, aparat penegak hukum, hingga akademisi lintas disiplin.

Menariknya, untuk memperkaya perspektif kebangsaan, MUI juga mengundang perwakilan elemen non-Muslim pada sesi pembukaan, di samping para pimpinan ormas Islam, akademisi, dan pemangku kepentingan nasional lainnya.

Kiai Marsudi berharap hasil musyawarah KUII VIII mampu memberikan kontribusi konkrit bagi daya tahan bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. "Tujuannya adalah untuk kemaslahatan bangsa dan anak bangsanya," kata Pengasuh Pondok Pesantren Ekonomi Darul Uchuwah.