Lewati ke konten utama
Rabu, 15 Juli 2026 / 29 Muharam 1448 H
Jadwal memuat...
Berita

Baznas RI, MES, dan Danantara Perkuat Sinergi Pengentasan Kemiskinan dan Kesejahteraan Umat

3 menit baca 406 dibaca
Danantara
Audiensi bersama Baznas RI dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES). Foto: Istimewa
Bagikan:

Jakarta, MUI Digital-Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) menjajaki kerja sama strategis dengan Danantara untuk memperkuat agenda pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan rakyat melalui optimalisasi tata kelola dana zakat karyawan di lingkungan BUMN.

Hal ini mengemuka dalam pertemuan audiensi ketiga lembaga tersebut yang berlangsung di Jakarta, Jumat (10/7/2026).

Langkah ini dilakukan guna mengoptimalkan potensi dana zakat baik dari lembaga atau karyawan BUMN yang potensinya kini telah mencapai Rp3 triliun per tahun namun realisasinya belum maksimal.

Ketua Baznas RI Dr Sodik Mudjahid, mengatakan upaya memaksimalkan potensi dana umat ini dipandang krusial karena sistem ekonomi konvensional dunia saat ini dinilai kian dipertanyakan dalam menghadirkan keadilan sosial bagi masyarakat luas.

"Kita punya misi yang sama tentang ekonomi syariah, ekonomi Islam, di mana sejak Pak Prabowo belum jadi presiden, kita diingatkan terus dan dipompa terus tentang potensi ekonomi syariah ini," jelas Sodik Mudjahid.

Menurutnya, urgensi kolaborasi ini didasarkan pada data realisasi penghimpunan zakat BUMN per tahun yang masih sangat rendah dan belum mencerminkan potensi riil dari seluruh perusahaan serta karyawan muslim di dalamnya.

Baca juga: Ketua Baznas RI: Sistem Kapitalis Gagal, Dunia Menanti Sistem Ekonomi Syariah

Oleh karena itu, Baznas mendorong Danantara untuk menerbitkan regulasi kuat yang mengatur tata kelola pengelolaan zakat serta mobilisasi dana sosial keagamaan secara terpadu di lingkungan BUMN.

"Tampaknya Pak, jika Bapak berkenan, untuk mengentaskan masalah kemiskinan dan kesejahteraan masyarakat, selain dana dari APBN, kami perlu Bapak untuk mendukung peraturan tata kelola zakat, infak, sedekah bagi karyawan muslim pada BUMN," tuturnya.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Menteri Koperasi sekaligus Ketua Harian MES Ferry Juliantono menawarkan langkah konkret berupa pengembangan badan usaha berbentuk koperasi guna mengelola program potensial milik Baznas, seperti sistem pengelolaan bank sampah hingga pembentukan koperasi berbasis masjid di berbagai daerah.

Baca juga: Berikut Peraih Anugerah Kepatuhan Zakat bagi Perusahaan Syariah Baznas dan DSN MUI

"Mungkin anak-anak kami kemudian koperasi menawarkan, menawarkan bank sampah yang ada di Baznas itu dikelola oleh koperasi," ujar Ferry Juliantono.

Sementara itu, CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Rosan P Roeslani menegaskan komitmen penuh lembaga yang dipimpinnya untuk mendukung program BAZNAS dalam mengoptimalkan potensi dana zakat di lingkungan BUMN.

Sebagai langkah konkret, Danantara akan segera menerbitkan surat edaran resmi yang menginstruksikan seluruh perusahaan BUMN untuk memfasilitasi mobilisasi zakat dan dana sosial keagamaan karyawan muslim secara langsung ke Baznas.

"Nanti bisa kita buat surat edarannya dari Danantara untuk mereka bisa menyalurkan bagi karyawan, untuk langsung ke Baznas gitu ya," kata Rosan.  

Baca juga: Cegah Double-Tax, DSN MUI Perjuangkan Zakat Perusahaan Bisa Langsung Jadi Pembayar Pajak

Pertemuan tersebut turut dihadiri Pimpinan Baznas RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan Dr Rizaludin Kurniawan, Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan Idy Muzayyad, Deputi Mobilisasi dan Pengumpulan  M Arifin Purwakananta, Staf Khusus Ketua Baznas Hadi Gumilar, serta Ketua Tim Percepatan Baznas Dr TB Sofiuddin.

Hadir juga, delegasi MES, yaitu Sekjen Masyarakat Ekonomi Syariah Ari Permana, Direktur Eksekutif Sekretariat MES Herry Aslam Wahid, serta Tim Sekretariat Alfath Shifa G.