Lewati ke konten utama
Sabtu, 3 Oktober 2026 / 21 Rabiul Akhir 1448 H
Jadwal memuat...
MUI Sumut Hadiri Renungan Suci Hari Kesaktian Pancasila di Tugu Ampera
Sumatera Utara

MUI Sumut Hadiri Renungan Suci Hari Kesaktian Pancasila di Tugu Ampera

MUI Sumut Hadiri Renungan Suci Hari Kesaktian Pancasila di Tugu Ampera

/ 20 Rabiul Akhir 1448 H 3 menit baca

Deli Serdang, muisumut.or.id., 30 September 2026 — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara melalui Ketua Bidang Sosial dan Penanggulangan Bencana, Dr. H. Sugeng Wanto, S.Ag., MA, menghadiri Renungan Suci dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila yang digelar Keluarga Besar Pemuda Pancasila Provinsi Sumatera Utara, Rabu (30/9/2026) malam.

Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tahun tersebut berlangsung di kawasan bersejarah Tugu Ampera, Kampung Kolam, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang.

Kehadiran MUI Sumut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara lembaga keagamaan dan organisasi kepemudaan dalam menjaga persatuan, keutuhan bangsa, serta nilai-nilai Pancasila.

Dalam keterangannya, Sugeng menekankan pentingnya membangun kolaborasi antara MUI dan berbagai organisasi kemasyarakatan, termasuk organisasi kepemudaan.

“Majelis Ulama Indonesia itu adalah tenda besar umat Islam. Maka kita harus senantiasa bersinergi dengan seluruh ormas, baik itu ormas Islam ataupun ormas kepemudaan,” ujar Sugeng.

Menurutnya, peran MUI tidak hanya diwujudkan melalui aktivitas keagamaan, tetapi juga melalui kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Artinya, kehadiran kita menjadi kontribusi yang nyata dalam perwujudan bahwa Majelis Ulama Indonesia adalah Khadimul Ummah, tenda besar umat Islam yang senantiasa berkhidmat untuk kemaslahatan umat,” lanjutnya.

Refleksi Sejarah dan Penguatan Nilai Pancasila

Sugeng menilai pemilihan Tugu Ampera sebagai lokasi Renungan Suci memiliki nilai historis. Momentum Hari Kesaktian Pancasila, menurutnya, dapat menjadi ruang untuk mengingat perjalanan sejarah bangsa sekaligus memperkuat komitmen terhadap Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Mengutip ungkapan Bung Karno, “Jasmerah” atau jangan sekali-sekali melupakan sejarah, Sugeng menyebut pengalaman sejarah bangsa perlu menjadi pembelajaran bagi generasi saat ini untuk menjaga persatuan dan kewaspadaan terhadap berbagai ancaman terhadap ideologi negara.

“Ibarat kata Bung Karno, ‘Jasmerah’, jangan sekali-sekali kita melupakan sejarah. Perjuangan aktivis-aktivis Pemuda Pancasila pada tahun 1965 dalam melawan kekejaman dan ideologi komunisme menjadi pengajaran buat kita agar tetap waspada,” tegasnya.

Ia mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan keutuhan NKRI serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat.

“Peringatan ini menjadi nilai sejarah agar kita tetap terus berjuang dalam rangka membangun soliditas untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia dan senantiasa menjaga nilai-nilai Pancasila,” tambah Sugeng.

Diiringi Kegiatan Sosial

Selain Renungan Suci, rangkaian kegiatan juga diisi dengan aksi sosial berupa pemberian santunan kepada anak yatim serta pembagian sembako kepada fakir miskin dan kaum dhuafa.

Sugeng mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai bentuk kepedulian sosial organisasi kepemudaan terhadap masyarakat.

“Ini sebagai bukti bahwa Pemuda Pancasila terus senantiasa menebar kepedulian dan empati di tengah-tengah masyarakat. Di bawah pimpinan Bapak H. Musa Rajekshah, Pemuda Pancasila telah menjelma sebagai aktivis-aktivis pemuda yang senantiasa menebar kemanfaatan dan kemaslahatan bagi masyarakat,” pungkas Sugeng.

BAGIKAN: