Lewati ke konten utama
Senin, 27 Juli 2026 / 12 Shafar 1448 H
Jadwal memuat...
Sumatera Utara

Gempabumi Sering Terjadi di Tapanuli Utara

2 menit baca
Gempabumi Sering Terjadi di Tapanuli Utara
Bagikan:

Medan, MUI sumut.or.id.27 Juli 2026– Sekretaris Bidang infokomdigi MUI Sumatera Utara, Abdul Aziz, menyampaikan informasi gempabumi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah I, terkait gempa bumi yang mengguncang Wilayah Tapanuli Utara pada Senin (27/7/2026).

Abdul Aziz menjelaskan informasi gempa bumi tersebut diterima Bidang informasi, komunikasi, dan Digital MUI Sumut melalui, Buha M. Simanjuntak, Analis Gempa bumi BMKG Wilayah I.

Buha menjelaskan bahwa daerah ini sering terjadi Gempabumi seperti hari Ini Senin 27 Juli dengan magnitudo M4.1 ini disebabkan oleh wilayah Tapanuli Utara dilalui oleh Patahan Sumatera (The Sumateran Fault Zone). Secara geografis Kabupaten Tapanuli Utara berada tepat di atas lembah patahan dan dihimpit oleh dua segmen aktif sekaligus, yaitu Segmen Renun di sebelah utara dan Segmen Toru di sebelah selatan.

Secara ilmiah, ada 4 faktor yang menjelaskan fenomena ini:
1. Pertemuan Lempeng Tektonik Aktif
Pulau Sumatera yang terletak pada pertemuan lempeng besar, yaitu Lempeng Indo-Australia terus bergerak menyusup ke bawah Lempeng Eurasia (proses subduksi). Tekanan besar ini mentransfer energi ke daratan Sumatra dan membentuk jalur patahan utama.
2. Aktivitas Sesar Mendatar (Strike-slip) pada Segmen Toru
Sesar Besar Sumatra merupakan sesar mendatar sepanjang pulau Sumatra. Segmen Toru adalah salah satu ruas yang paling aktif dengan laju geser mencapai sekitar 9 mm per tahun. Pergerakan ini menyebabkan akumulasi tegangan (stres) di kerak bumi secara terus-menerus.
3. Karakteristik Gempa Dangkal: Mayoritas gempa di wilayah ini merupakan gempa kerak dangkal (shallow crustal earthquake) dengan kedalaman kurang dari 15 km. Kedalaman yang dangkal ini membuat guncangan terasa sangat kuat di permukaan bumi meski magnitudonya tidak terlalu besar.
4. Potensi Gempa Kembar (Doublet Earthquake): Karakteristik sesar lokal di Tapanuli Utara kerap memicu dua gempa kuat dalam waktu dan lokasi yang berdekatan

Catatan Tambahan:
Secara historis, Segmen Toru memang sering melepaskan energi gempa. Beberapa catatan menunjukkan gempa signifikan pernah terjadi di segmen ini pada tahun 1984 (M6.4) dan 2008 (M6.4). Bahkan, wilayah ini kerap mengalami rangkaian gempa utama ganda (doublet earthquake) atau gempa berkelompok (swarm) dalam waktu berdekatan.
Kesimpulan:
Gempa darat di Tapanuli Utara bukanlah peristiwa acak atau kebetulan, melainkan konsekuensi logis dari dinamika tektonik aktif yang terus bekerja di wilayah tersebut. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap tenang, waspada, dan hanya mengandalkan informasi resmi dari BMKG untuk menghindari isu hoaks.