Lewati ke konten utama
Kamis, 23 Juli 2026 / 8 Shafar 1448 H
Jadwal memuat...
Sumatera Utara

Gempa Tektonik Magnitudo 5,6 Guncang Aceh, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

3 menit baca
Gempa Tektonik Magnitudo 5,6 Guncang Aceh, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
Bagikan:

Medan, muisumut.or.id., 22 Juli 2026 – Sekretaris Bidang Infokomdigi MUI Sumatera Utara, Abdul Aziz, menyampaikan informasi resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait gempa bumi tektonik yang mengguncang wilayah Aceh pada Rabu (22/7/2026).

Abdul Aziz menjelaskan, informasi kebencanaan tersebut diterima Bidang Infokomdigi MUI Sumut melalui Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I, Dr. Hendro Nugroho, M.Si. Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya penyebarluasan informasi kebencanaan yang cepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Berdasarkan hasil analisis BMKG, gempa terjadi pada pukul 11.18.23 WIB dengan parameter terbaru berkekuatan Magnitudo 5,6 pada kedalaman 9 kilometer. Episenter gempa berada pada koordinat 4,24° Lintang Utara dan 97,56° Bujur Timur, atau sekitar 36 kilometer timur laut Gayo Lues, Aceh, dengan pusat gempa berada di darat.

BMKG menegaskan bahwa berdasarkan hasil pemodelan tsunami, gempa bumi ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Wijayanto, S.T., M.Sc., menjelaskan bahwa dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa tersebut merupakan gempa bumi dangkal yang diduga dipicu oleh aktivitas Sesar Oreng. Analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip).

Berdasarkan laporan masyarakat dan hasil estimasi peta guncangan (shakemap), intensitas gempa dirasakan dengan tingkat yang bervariasi di sejumlah wilayah. Di Kabupaten Gayo Lues, guncangan mencapai V MMI, sehingga dirasakan oleh hampir seluruh penduduk, menyebabkan sebagian barang terpelanting dan benda-benda bergoyang.

Sementara itu, guncangan dengan intensitas IV MMI dirasakan di Aceh Barat Daya, Aceh Tenggara, Aceh Utara, Lhokseumawe, Aceh Timur, Bener Meriah, dan Aceh Tengah. Di wilayah Medan, Deli Serdang, Sibolga, Aceh Jaya, Aceh Selatan, serta Aceh Tamiang, gempa dirasakan dengan intensitas III MMI, yakni getaran terasa nyata di dalam rumah seperti ada kendaraan berat yang melintas. Adapun wilayah Langsa, Pidie, dan Pidie Jaya merasakan guncangan II MMI, berupa getaran ringan yang hanya dirasakan sebagian orang.

Hingga pukul 11.30 WIB, hasil pemantauan BMKG mencatat telah terjadi satu gempa pendahuluan (foreshock) berkekuatan Magnitudo 3,8 dan dua gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar 4,3.
BMKG akan terus memantau aktivitas gempa susulan dan menyampaikan perkembangan informasi kepada pemerintah daerah, para pemangku kepentingan, serta masyarakat.

Melalui Bidang Infokomdigi MUI Sumatera Utara, Abdul Aziz mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, serta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan atau retak akibat gempa hingga dinyatakan aman oleh pihak berwenang.
Masyarakat diharapkan mengakses informasi resmi melalui kanal komunikasi BMKG, seperti media sosial @infoBMKG, situs resmi BMKG, laman InaTEWS, serta aplikasi InfoBMKG dan WRS-BMKG, sehingga terhindar dari informasi yang menyesatkan maupun hoaks terkait bencana.