Ketua Umum MUI Sulsel Dorong Pencegahan HIV/AIDS melalui Edukasi dan Penguatan Nilai Agama
Ketua Umum MUI Sulsel Dorong Pencegahan HIV/AIDS melalui Edukasi dan Penguatan Nilai Agama
MAKASSAR— Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan, Prof. Dr. KH. Najmuddin Abd. Safa, MA menekankan pentingnya upaya pencegahan dalam menangani persoalan HIV/AIDS. Ia mendorong penguatan nilai-nilai agama serta kerja sama lintas sektor untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.
Hal tersebut disampaikan saat menerima audiensi Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) Provinsi Sulawesi Selatan di Kantor Sekretariat MUI Sulsel, Jalan Emmy Saelan, Makassar, Selasa (20/10/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Najamuddin menilai penanganan HIV/AIDS perlu disertai upaya mengatasi faktor-faktor risiko penularan. Menurutnya, edukasi keagamaan dan penguatan pengawasan terhadap aktivitas yang berpotensi melanggar aturan harus menjadi bagian dari langkah pencegahan.
“Kalau kita kembali kepada agama, yang pertama kita pikirkan adalah bagaimana mencegahnya. Kalau kita bisa mencegah penyebabnya, tentu upaya penanganan dapat dilakukan dengan lebih baik,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap tempat hiburan malam dan usaha pariwisata. Menurutnya, pemerintah perlu memastikan kegiatan usaha berjalan sesuai ketentuan dan tidak menjadi tempat berlangsungnya aktivitas yang melanggar hukum.
Prof. Najmuddin mengusulkan agar MUI dilibatkan dalam pengawasan melalui mekanisme yang sesuai dengan kewenangan dan peraturan yang berlaku. Ia menilai keterlibatan tersebut dapat memperkuat pengawasan sekaligus mendorong tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat.
Ia turut menyinggung persoalan perizinan tempat hiburan serta perlunya koordinasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dan instansi terkait.
Selain itu, Prof. Najmuddin menegaskan bahwa pendekatan agama memiliki peran penting dalam membangun kesadaran masyarakat. Menurutnya, persoalan sosial dan kesehatan perlu ditangani dengan memperhatikan nilai moral, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada KPA Sulsel yang membuka ruang kerja sama dengan MUI dalam penanggulangan HIV/AIDS.
“Kami berterima kasih kepada Komisi Penanggulangan AIDS. Mudah-mudahan kita bisa bekerja sama memberikan perhatian kepada masyarakat, terutama melalui edukasi dan pencegahan,” katanya.
Prof. Najalmuddin berharap kolaborasi antara MUI, KPA, pemerintah, dan berbagai elemen masyarakat dapat diperkuat untuk meningkatkan pemahaman publik mengenai HIV/AIDS.
Upaya tersebut diharapkan tidak hanya mendorong pencegahan penularan, tetapi juga membangun kepedulian terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA) agar mereka memperoleh pendampingan dan pelayanan kesehatan tanpa diskriminasi.
Dengan sinergi yang berkelanjutan, langkah penanggulangan HIV/AIDS di Sulawesi Selatan diharapkan semakin efektif dan mampu mendukung target pengakhiran AIDS pada 2030.
Turut Hadir MUI Sulsel, Prof. Dr. H.Muh Galib (Wakil Ketua Umum), Drs. KH. Nurullah (Sekertaris DP) dan Dr. dr. Fitriah Zainuddin (Komisi Kesehatan).
Irfan Suba Raya