Jawa Timur
Uang Sumbangan, Kegiatan Agustusan dengan Iuran Dijadikan Hadiah, dan Tarian Joget
3 menit baca
MUI Jawa Timur
Penulis
Pertanyaannya
Penanya yang berbahagia semoga anda selalu dalam rahmat dan ridhonya….
Tentang pertanyaan anda di atas ada dua point yang memerlukan ulasan yang cukup panjang sehingga kami akan menjawabnya secara berkala :
Pertama tentang uang sumbangan agustusan :
1. Setiap Jumat ada infaq pengurus OSIS itu keliling ke kelas kelas, ternyata hasil uangnya dibagi dua satunya dipakai OSIS dan satunya diserahkan ke mushola, bolehkah?
Jika infaq yang diurus oleh OSIS tersebut bersifat umum, yakni hanya infaq saja tanpa ada tambahan kata lain maka hukumnya boleh, karena infaq (sedekah) itu bisa diarahkan pada semua kebaikan untuk mendekatkan diri kepada Allah.
اَلشَّرْطُ الثَّانِي: أَنْ تَكُوْنَ كَامِلَةَ الْأَعْضَاءِ، فَإِنْ كَانَتْ نَاقِصَةَ عُضْوٍ مِمَّا لَا يَعِيْشُ الْحَيَوَانُ مَعَ فَقْدِهِ لَمْ يَحْرُمْ، كَمَا لَوْ صَوَّرَ الْحَيَوَانَ مَقْطُوْعَ الرَّأْسِ أَوْ مَخْرُوْقَ الْبَطْنِ أَوِ الصَّدْرِ.
Syarat Kedua: Gambar tersebut bertubuh sempurna. Jika tidak bertubuh sempurna dan tidak bisa hidup dengan kondisi seperti itu maka tidak haram. Seperti menggambar hewan tanpa kepala atau terputus perut atau dadanya.
اَلصَّدَقَةُ: هِيَ الْإِحْسَانُ إِلَى النَّاسِ الْمَحَاوِيْجِ الضُّعَفَاءِ، … يُعْطُوْنَ مِنْ فُضُوْلِ الْأَمْوَالِ طَاعَةً لِلهِ وَإِحْسَانًا إِلٰى خَلْقِهِ. (تفسير ابن كثير: ج 6 ص 418)
Sedekah adalah berbuat baik kepada orang lain yang membutuhkan dan lemah, … yang dikeluarkan dari kelebihan harta karena didasari ketaatan kepada Allah dan berbuat baik kepada sesama. (Tafsir Ibnu Katsir, VI/418)
اَلصَّدَقَةُ هِيَ مَا يُخْرِجُهُ الْإِنْسَانُ مِنْ مَالِهِ، عَلٰى وَجْهِ الْقُرْبَةِ وَاجِبًا كَانَ أَوْ تَطَوُّعًا. (مرقاة المفاتيح: ج 4 ص 389)
Sedekah adalah seseorang mengeluarkan hartanya demi mendekatkan diri kepada Allah, baik yang wajib atau sunnah. (Mirqat al-Mafatih, IV/389)
Namun jika telah disebutkan infaq (sedekah) untuk mushola maka OSIS boleh mengambilnya hanya sekedar untuk operasional. Rasulullah bersabda:
اَلْمُسْلِمُوْنَ عَلٰى شُرُوْطِهِمْ. (رواه الحاكم والبيهقي وأبو داود)
“Orang Islam harus berdasarkan yang disyaratkan oleh mereka.” (HR. Hakim, Baihaqi dan Abu Dawud)
قَدْ رُوِيَ عَنِ النَّبِيِّ أَنَّهُ قَالَ: اَلْمُسْلِمُوْنَ عَلٰى شُرُوْطِهِمْ، فَلَا يُؤخَذُ مَالُ رَجُلٍ إِلَّا بِمَا شَرَّطَ أَهْلُ الْحُجَّةِ عَلَيْهِ. (الأم للشافعي: ج 8 ص 157)
“Diriwayatkan dari Nabi beliau bersabda: “Orang Islam harus berdasarkan yang disyaratkan oleh mereka, maka harta seseorang tidak boleh diambil kecuali atas syarat yang ditetapkan oleh orang yang berkompeten pada hal tersebut.” (Al-Um karya Imam Syafi’i, VIII/157)
2. Di sekolah itu ada kegiatan Agustusan setiap guru dan TU ditarik iuran sebesar Rp20.000 untuk doorprize Bolehkah itu?
Hukumnya haram jika doorprice diambilkan dari dana iuran tersebut. Solusinya, uang iuran tersebut disedekahkan ke sekolah, untuk doorprice bisa dicarikan dari dana lain, seperti donatur, simpatisan atau lainnya.
وَإِنْ أَخْرَجَاهُ أَيِ الْعِوَضَ الْمُتَسَابِقَانِ مَعًا لَمْ يَجُزْ … وَهُوَ أَيِ الْقِمَارُ الْمُحَرَّمُ كُلُّ لَعْبٍ تَرَدَّدَ بَيْنَ غَنَمٍ وَغَرَمٍ
Jika kedua pihak yang berlomba mengeluarkan hadiah secara bersama, maka lomba itu tidak boleh … dan hal itu, maksudnya judi yang diharamkan, adalah semua bentuk permainan yang masih simpang siur antara untung dan ruginya. (Syekh Ibrahim Al-Bajuri, Hasyiyatul Bajuri ‘ala Fathil Qarib, [Singapura, Sulaiman Mar’i: tanpa tahun], jilid II, halaman 310)
قوله (كُلُّ مَا فِيْهِ قِمَارٌ) وَصُوْرَتُهُ الْمُجْمَعُ عَلَيْهَا أَنْ يَخْرُجَ الْعِوَضُ مِنَ الْجَانِبَيْنِ مَعَ تَكَافُئِهِمَا وَهُوَ الْمُرَادُ مِنَ الْمَيْسِرِ فِيْ اْلآيَةِ. وَوَجْهُ حُرْمَتِهِ أَنَّ كُلَّ وَاحِدٍ مُتَرَدِّدٌ بَيْنَ أَنْ يَغْلِبَ صَاحِبَهُ فَيَغْنَمَ. فَإِنْ يَنْفَرِدْ أَحَدُ اللاَّعِبَيْنِ بِإِخْرَاجِ الْعِوَضِ لِيَأْخُذَ مِنْهُ إِنْ كَانَ مَغْلُوْبًا وَعَكْسُهُ إِنْ كَانَ غَالِبًا فَاْلأَصَحُّ حُرْمَتُهُ أَيْضًا
(Setiap kegiatan yang mengandung perjudian) Bentuk judi yang disepakati adalah hadiah berasal dua pihak disertai kesetaraan keduanya. Itulah yang dimaksud al-maisir dalam ayat al-Qur’an (Surat Al-Maidah ayat 90). Alasan keharamannya adalah masing-masing dari kedua pihak masih simpang siur antara mengalahkan lawan dan meraup keuntungan -atau dikalahkan dan mengalami kerugian-. Jika salah satu pemain mengeluarkan hadiah sendiri untuk diambil darinya bila kalah, dan sebaliknya–tidak diambil–bila menang, maka pendapat al-Ashah mengharamkannya pula. (Syekh Muhammad Salim Bafadhal, Is’adur Rafiq Syarh Sulamut Taufiq, [Indonesia, Dar Ihya’il Kutubil ‘Arabiyah: tanpa tahun], juz II, halaman 102).
3. Di Kelurahan kami ada pawai Agustusan semua RW berpartisipasi, salah satunya ada penarinya di depan joget-joget itu bagaimana hukumnya boleh nggak?
Mengadakan acara untuk memperingati HUT RI seharusnya berdasarkan pertimbangan yang matang. Sehingga perlu dicermati batasan-batasannya. Apabila bertentangan dengan batasan ini maka hukumnya haram. Batasan tersebut adalah:
1. Harus menutup Aurat.
2. Tidak melakukan porno aksi atau pornografi.
3. Tidak menimbulkan fitnah.