Pesan Ketum MUI Jatim untuk GAPEMBI Menyajikan Makanan Halal adalah Tanggung Jawab Dunia Akhirat
SURABAYA, MUIJatim – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur menerima kunjungan silaturahmi dan audiensi dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (GAPEMBI) Provinsi Jawa Timur. Pertemuan yang berlangsung di kantor MUI Jawa Timur pada hari Selasa, 28 Juli 2026, pukul 14.00 WIB ini, bertujuan untuk menyelaraskan program Makan Bergizi Gratis dengan standar kehalalan yang diawasi oleh MUI.
Audiensi ini disambut hangat oleh jajaran dewan pimpinan MUI Provinsi Jawa Timur. Sejumlah tokoh penting yang turut hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Prof. Dr. KH. Abdul Halim Subahar, M.A., selaku Ketua Umum MUI Provinsi Jawa Timur, Dr. KH. M. Hasan Ubaidillah, selaku Sekretaris Umum MUI Jatim, Abuya KH. Rasidi, selaku Bendahara Umum MUI Jatim, KH. Solihin Hassan, selaku Ketua Komisi Fatwa MUI Jatim, Dr. KH. Nur Fauzi Palestin, selaku Sekretaris MUI Bidang Fatwa, Dr. Khairullah Anwar, M.E.I., selaku Wakil Direktur LPH LPPOM Jatim, serta perwakilan dari Komisi Informasi dan Komunikasi (Infokom).
Dalam pertemuan tersebut, diskusi utama berpusat pada percepatan serta pendampingan sertifikasi halal bagi para pelaku usaha Satuan Pelayanan Makan Bergizi (SPBG) yang berada di bawah naungan GAPEMBI Jawa Timur. Pihak LPPOM dan Komisi Fatwa MUI Jatim berkomitmen untuk memberikan bimbingan teknis secara kolektif sejak awal proses, guna memudahkan pengusaha dan menghindari kendala administratif. Selain itu, terdapat rencana strategis untuk menjadikan majalah bulanan MUI Jatim yang akan segera diluncurkan sebagai sarana informasi dan edukasi mengenai fatwa serta sertifikasi halal bagi kelima ribu anggota GAPEMBI di Jawa Timur.
Merespons upaya para pengusaha dalam menyajikan makanan bergizi, Ketua Umum MUI Provinsi Jawa Timur, Prof. Dr. KH. Abdul Halim Subahar, M.A., memberikan apresiasi sekaligus pengingat yang sangat bijak. Beliau menegaskan bahwa menyajikan makanan halal adalah bentuk pertanggungjawaban kepada Yang Maha Kuasa.
“Yang kita makan sesuatu yang kita minum. Jadi kalau makanan atau minuman kita itu tidak halal, ya maka neraka itu yang lebih utama. Oleh karena itu, saya kira kehadiran DPW GAPEMBI Jawa Timur di tempat ini mudah-mudahan ini awal mula kerjasama kita yang bagus ya. Kerjasama kita bukan hanya pada persoalan ini, tapi juga tanggung jawab kita sampai akhirat,” pesan beliau.
Beliau juga menambahkan bahwa MUI mendukung penuh program mulia ini karena selaras dengan nilai-nilai agama, dan berharap kebersamaan antara ulama dan pengusaha dapat terus dirajut demi kemaslahatan bersama.
Sebagai tindak lanjut, kedua belah pihak sepakat untuk membentuk grup koordinasi teknis yang melibatkan LPPOM, Komisi Fatwa, dan GAPEMBI guna memastikan kelancaran pendampingan sertifikasi halal di masa mendatang. Kerja sama ini diyakini tidak hanya memberikan keberkahan, tetapi juga menjamin generasi penerus bangsa terhindar dari asupan yang tidak halal.