Gubernur Jateng Puji Sumbangsih Pesantren Kembangkan Pendidikan Karakter
admin
Penulis

Semarang – Gubernur Jawa Tengah, H. Ganjar Pranowo, SH., MIP memuji sumbangsih pesantren dalam menciptakan pendidikan karakter dan akhlakul karimah bagi generasi bangsa. Pesantren dikenal sebagai lembaga pendidikan ilmu agama, namun juga membekali para santrinya untuk hormat pada siapa saja.
“Menghormati orang lain pasti baik. Di pendidikan umum, penghormatan seperti ini sulit untuk mengendalikan, tapi di pesantren menjadi budaya. Santri pasti tidak berani sama gurunya, pasti menghormati. Bahkan hubungan santri dengan Kyai bisa sampai mati,” ujar Ganjar, saat memberikan Pidato Kunci dalam kegiatan Halaqah Ulama Nasional bertema Menjaga Marwah Pesantren pada Selasa, 9 November 2022.
Halaqah terselenggara atas sinergi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Tengah serta UIN Walisongo Semarang. Kegiatan yang digelar di Hotel Ciputra Semarang mengundang Ketua Majelis Masyayikh Dr. KH. Abdul Ghofarrozin, M.A., Direktur Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama, RI Prof. Dr. Waryono Abdul Ghafur, M.Ag, Majelis Pengasuh Pesantren Indonesia yang juga pengasuh Pondok Pesantren Darul Falah Bareng Kudus KH Ahmad Badawi Basyir, serta Guru Besar UIN Surabaya Prof. Dr. Nur Syam, M.Si.
Pendidikan karakter adalah hal penting bagi kehidupan bermasyarakat. Menurut Ganjar, hormat menghormati terutama pada guru itu terasa asyik-asyik saja. Pesantren mengajarkan bagaimana cara menjadi orang baik.Bahkan, Ganjar berkelakar jika santri ketika lulus kemudian bekerja dan sukses akan tetap menghormati gurunya. “Santri mau jadi apa pun, kalau ketemu gurunya pasti hormat. Mereka bahkan tidak pernah ketinggalan gimana kiprah dan keadaan gurunya,” tandasnya. Ganjar berharap hal-hal baik tersebut dipelihara. Pengajaran ilmu-ilmu agama terus dijaga, serta ditambahkan pengembangan skill. Menurutnya, eksosistem untuk mendukung santri yang mempunyai keterampilan sudah ada.“Tinggal eksekusi saja. Saat ini, pondok pesantren yang mempunyao sekolah vokasi ini sangat dibutuhkan, maka dibutuhkan vokasi yang dieksport ke luar. Dari pondok pesantren jumlahnya sangat banyak,” tambahnya.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Ketua Umum MUI Provinsi Jawa Tengah, Dr. KH. Ahmad Darodji, M.Si. Kegiatan diikuti oleh 125 peserta, terdiri atas utusan MUI Provinsi Jawa Tengah, utusan MUI Kabupaten/Kota Se Jawa Tengah, utusan Pondok Pesantren, Ormas Islam dan tamu undangan lainnya. Turut hadir pula Ketua Dewan Pertimbangan MUI Provinsi Jawa Tengah, Drs. KH. Ali Mufiz, MPA