Lewati ke konten utama
Rabu, 19 Agustus 2026 / 6 Rabiul Awal 1448 H
Jadwal memuat...
Sumatera Selatan

HUT ke-81 RI, Supadmi Kohar Ajak Masyarakat Sumsel Perkuat Persatuan dan Kepedulian

4 menit baca
HUT ke-81 RI, Supadmi Kohar Ajak Masyarakat Sumsel Perkuat Persatuan dan Kepedulian
Bagikan:

HUT ke-81 RI, Supadmi Kohar Ajak Masyarakat Sumsel Perkuat Persatuan dan Kepedulian

Oleh: Dr H. Supadmi Kohar – Ketua Umum MUI Sumsel

MUI SUMSL, PALEMBANG— Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia menjadi kesempatan penting bagi masyarakat Sumatera Selatan untuk kembali memperkuat persatuan, menjaga kerukunan, serta mengisi kemerdekaan dengan kegiatan yang memberi manfaat bagi sesama.

Pesan kebangsaan itu menjadi semakin relevan di tengah kehidupan masyarakat yang terus menghadapi berbagai perubahan sosial, ekonomi, pendidikan, dan perkembangan teknologi. Semangat kemerdekaan tidak cukup hanya diwujudkan melalui upacara, perlombaan, maupun berbagai kegiatan perayaan, tetapi juga melalui kepedulian dan kontribusi nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Selatan periode 2026–2031, Dr. H. Supadmi Kohar, M.M., CP.Ht., mengajak masyarakat Sumsel menjadikan momentum kemerdekaan sebagai sarana memperkuat ukhuwah, baik ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah maupun ukhuwah insaniyah.

Menurutnya, persatuan merupakan modal utama dalam membangun daerah. Sumatera Selatan memiliki masyarakat yang beragam, baik dari latar belakang suku, budaya, pendidikan, pekerjaan maupun kehidupan sosial. Keberagaman tersebut harus menjadi kekuatan, bukan sumber perpecahan.

Dalam kehidupan masyarakat, perbedaan pilihan dan pandangan merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari. Namun, perbedaan tidak semestinya menghilangkan rasa persaudaraan.

Karena itu, semangat kemerdekaan hendaknya diwujudkan dengan membangun komunikasi yang baik, saling menghormati dan menghindari sikap yang dapat memicu konflik di tengah masyarakat.

Bagi Sumatera Selatan, menjaga persatuan juga berarti menjaga identitas daerah sebagai masyarakat yang dikenal memiliki budaya gotong royong dan semangat kekeluargaan. Nilai-nilai tersebut perlu terus dipelihara, terutama di tengah perkembangan media sosial yang membuat informasi begitu cepat menyebar.

Masyarakat diharapkan tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Perbedaan pendapat di media sosial hendaknya tidak berkembang menjadi permusuhan di dunia nyata.

Semangat kemerdekaan, lanjutnya, juga harus diterjemahkan dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pendidikan menjadi salah satu fondasi utama untuk mempersiapkan generasi Sumsel agar mampu menghadapi tantangan masa depan.

Anak-anak dan generasi muda bukan hanya perlu memiliki kecerdasan akademik, tetapi juga karakter, akhlak, tanggung jawab dan kecintaan terhadap bangsa.

Dalam konteks ini, peran keluarga, sekolah, pesantren, masjid, organisasi kemasyarakatan dan para ulama menjadi sangat penting. Semua unsur tersebut memiliki tanggung jawab bersama dalam membentuk generasi yang memiliki ilmu sekaligus akhlak.

Kemerdekaan yang diwariskan para pahlawan tidak boleh berhenti pada sejarah. Pengorbanan mereka harus diteruskan melalui kerja nyata sesuai bidang masing-masing.

Bagi masyarakat Sumsel, mengisi kemerdekaan dapat dilakukan dengan berbagai cara sederhana. Pedagang dapat menjalankan usaha secara jujur, guru mendidik dengan penuh tanggung jawab, aparatur memberikan pelayanan terbaik, petani meningkatkan produktivitas, pelajar belajar sungguh-sungguh, dan masyarakat menjaga lingkungan serta ketertiban bersama.

Semua pekerjaan yang dilakukan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat merupakan bagian dari upaya membangun bangsa.

Semangat tersebut sejalan dengan nilai Islam yang mengajarkan pentingnya persaudaraan, keadilan, amanah dan kemaslahatan. Kemerdekaan harus melahirkan masyarakat yang semakin bersyukur kepada Allah SWT sekaligus semakin bertanggung jawab terhadap lingkungan sosialnya.

Sumatera Selatan sendiri memiliki modal sosial yang besar. Kehidupan masyarakat yang religius, keberagaman budaya serta tradisi gotong royong merupakan kekuatan yang dapat menjadi fondasi pembangunan daerah.

Karena itu, momentum HUT ke-81 RI hendaknya tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum melakukan introspeksi. Masyarakat perlu bertanya sejauh mana kemerdekaan telah menghadirkan kehidupan yang lebih baik, pendidikan yang semakin maju, ekonomi yang semakin kuat dan kehidupan sosial yang semakin harmonis.

MUI Sumsel di bawah kepemimpinan Supadmi Kohar diharapkan dapat terus mengambil bagian dalam menjaga keseimbangan antara kehidupan keagamaan dan kehidupan kebangsaan. Ulama tidak hanya memiliki peran dalam memberikan bimbingan keagamaan, tetapi juga ikut membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga persatuan dan kedamaian.

Di tengah berbagai tantangan zaman, masyarakat Sumsel membutuhkan suasana yang teduh. Perbedaan hendaknya disikapi dengan kedewasaan, sementara persoalan sosial diselesaikan melalui dialog dan musyawarah.

HUT ke-81 RI akhirnya menjadi pengingat bahwa kemerdekaan merupakan amanah yang harus dirawat bersama. Merawat Indonesia berarti merawat persaudaraan, menjaga persatuan, menghormati perbedaan dan bekerja untuk kemajuan masyarakat.

Dari Sumatera Selatan, semangat itu dapat terus dikobarkan: berbeda dalam latar belakang, tetapi bersatu dalam membangun daerah dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.