Lewati ke konten utama
Kamis, 5 November 2026 / 25 Jumadil Awal 1448 H
Jadwal memuat...
Waketum MUI Kiai Cholil Nafis Dorong Negara Islam Alihkan Energi Umat untuk Pembangunan
Wakil Ketua Umum MUI, Kiai Cholil Nafis, mempresentasikan konsep Dakwah Islam Wasathiyah (Islam moderat) Indonesia di hadapan Rektor Universitas Islam Madinah, Dr Saleh bin Ali Al-Aqla, beserta para dekan fakultas, saat melakukan mauhibah (kunjungan persahabatan) ke Arab Saudi, Kamis (5/11/2026). Foto: Istimewa
Berita

Waketum MUI Kiai Cholil Nafis Dorong Negara Islam Alihkan Energi Umat untuk Pembangunan

Waketum MUI Kiai Cholil Nafis Dorong Negara Islam Alihkan Energi Umat untuk Pembangunan

/ 25 Jumadil Awal 1448 H 3 menit baca 91 dibaca

Madinah, MUI Digital — Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH M Cholil Nafis, mendorong negara-negara Islam di seluruh dunia untuk segera melakukan reorientasi fokus perjuangan.

Kiai Cholil Nafis menekankan pentingnya mengalihkan seluruh potensi dan energi umat yang selama ini terkuras oleh perselisihan internal menuju agenda strategis pembangunan peradaban, penguasaan teknologi, riset ilmiah, serta penguatan sektor ekonomi.

Pernyataan tersebut disampaikan Kiai Cholil Nafis di sela-sela agenda kunjungan internasional Majelis Ulama Indonesia dalam rangka program Pengembangan Wawasan Dakwah Internasional (PWDI-MUI) di Mesir dan Arab Saudi.

Di Kota Suci Madinah, Arab Saudi, delegasi MUI menggelar pertemuan dan diskusi mendalam bersama Rektor Universitas Islam Madinah, Dr Saleh bin Ali Al-Aqla, yang didampingi oleh jajaran dekan fakultas untuk mempresentasikan konsep Dakwah Islam Wasathiyah (Islam moderat) Indonesia.

Dikutip dari akun Instagram pribadinya @cholilnafis pada Kamis (5/11/2026), Kiai Cholil menjelaskan bahwa dunia Islam saat ini membutuhkan langkah nyata dan kolaboratif untuk mengejar ketertinggalan di bidang sains dan perekonomian global.

Menurutnya, kejayaan peradaban Islam tidak akan dapat diraih kembali selama energi umat masih terpecah oleh retorika sektarian dan konflik bersenjata.

​“MUI menyerukan kepada negara-negara Islam untuk menyatukan upaya dalam mengembangkan pendidikan, penelitian ilmiah, teknologi, dan ekonomi, serta memperkuat peran Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dalam mewujudkan rekonsiliasi dan solidaritas, agar umat Islam dapat mengembalikan posisi peradabannya dan berkontribusi secara aktif dalam mewujudkan perdamaian serta stabilitas global,” tegas Kiai Cholil Nafis.

Dalam kesempatan tersebut, Kiai Cholil juga memaparkan bahwa pemulihan posisi peradaban Islam mensyaratkan stabilitas geopolitik yang kondusif.

Oleh karena itu, MUI secara tegas menyerukan penghentian segera segala sengketa bersenjata antarnegara Islam dan mengecam segala bentuk agresi yang merusak keamanan kawasan, termasuk serangan kelompok Houthi terhadap Kerajaan Arab Saudi.

​Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah, Depok, Jawa Barat ini menekankan bahwa penghormatan terhadap kedaulatan serta keutuhan wilayah negara lain adalah hal utama yang wajib dijaga. Setiap perbedaan politik maupun pandangan harus diselesaikan melalui saluran diplomasi dan dialog yang konstruktif.

Selain itu, Kiai Cholil mengimbau seluruh elemen dunia Islam untuk mempererat tali ukhuwah (persaudaraan) dan mengesampingkan perbedaan mazhab. Hasutan sektarian yang memicu pertumpahan darah dinilai hanya merugikan umat Islam dan menghambat kemajuan bersama.

Sebagai dasar pijakan moral dan keagamaan, Kiai Cholil Nafis mengutip firman Allah SWT dalam surat Ali ‘Imran ayat 103:

​وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا

​“Dan berpegang teguhlah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai.”

Waketum MUI berharap lembaga internasional seperti OKI dan para pemimpin negara Muslim dapat mengambil langkah konkret untuk mengonsolidasikan daya dukung umat. Dengan memfokuskan energi pada pembangunan pendidikan, ekonomi, dan sains, dunia Islam optimistis dapat hadir sebagai pelopor kedamaian dan kesejahteraan global.

Google Ads
BAGIKAN:
Google Ads