Lewati ke konten utama
Selasa, 6 Oktober 2026 / 24 Rabiul Akhir 1448 H
Jadwal memuat...
c3cccf3e-e3f0-4036-bd1c-4fb17640311e
Berita

Silaturahim ke MUI, PKS Bicara Ekonomi Syariah hingga Ketahanan Keluarga

Silaturahim ke MUI, PKS Bicara Ekonomi Syariah hingga Ketahanan Keluarga

/ 24 Rabiul Akhir 1448 H 4 menit baca 111 dibaca

JAKARTA, MUI Digital — Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melakukan silaturahmi ke Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Jakarta. 

Pertemuan tersebut membahas sejumlah isu strategis keumatan, mulai dari ekonomi syariah, industri halal, Palestina, lingkungan, hingga ketahanan keluarga dan persoalan generasi muda.

Presiden PKS,  Almuzzammil Yusuf mengatakan, silaturahmi merupakan bagian dari kegiatan PKS untuk membangun komunikasi dengan berbagai partai politik, organisasi kemasyarakatan (ormas), dan lembaga.

“Yang pertama, kita silaturahmi ya. Memang kegiatan PKS silaturahmi ke berbagai partai, berbagai ormas, dan lembaga,” ujarnya di Gedung MUI Pusat, Jl. Proklamasi No. 51, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (06/10/2026).

Menurutnya, MUI menjadi salah satu lembaga yang strategis karena memiliki peran dalam menyatukan berbagai organisasi kemasyarakatan Islam.

“MUI kita lihat strategis sekali sebagai corong umat, mempersatukan berbagai ormas, sehingga kami datang ke sini,” katanya.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas sejumlah isu yang dinilai memiliki titik temu dengan perhatian PKS seperti  penguatan ekonomi syariah, wakaf, dan industri halal.

Ia juga menyinggung program Wajib Halal Oktober yang menjadi salah satu perhatian dalam pembahasan. 

Selain itu, isu Palestina turut menjadi bagian dari agenda yang dibicarakan dalam pertemuan tersebut.

“Contoh tadi ekonomi, pengaruh utama ekonomi syariah, wakaf, industri halal. Tadi seperti Wajib Halal Oktober. Itu menjadi concern kita. Yang kedua, isu-isu Palestina,” tuturnya.

Isu lingkungan juga menjadi perhatian. Menurutnya, kondisi bencana yang terjadi di berbagai daerah membuat persoalan keadilan lingkungan perlu mendapatkan perhatian bersama.

“Ketiga, terkait dengan isu lingkungan. Karena sekarang kita banyak bencana ya. Keadilan lingkungan itu yang sedang kita bahas,” ujarnya.

Selain itu, pertemuan turut membahas ketahanan keluarga dan berbagai persoalan yang berkaitan dengan generasi muda. 

Ia mengatakan, MUI telah memiliki sejumlah gagasan dan dokumen yang dapat ditindaklanjuti dalam pembahasan kebijakan.

“Dan hal lain tadi kita bicara tentang kondisi psikologis ketahanan keluarga,” katanya.

Presiden PKS menilai isu ketahanan keluarga menjadi salah satu pembahasan yang paling siap untuk ditindaklanjuti. Ia menyebut MUI telah menyiapkan Naskah Akademis dan rancangan regulasi yang dapat menjadi bahan pembahasan lebih lanjut.

“Yang sudah sangat matang dari MUI, Naskah Akademis dan RUU-nya itu sudah jadi, sudah diserahkan. Saya kira itu yang langsung kita akan follow up,” ujarnya.

Ia mengatakan, tindak lanjut dapat dilakukan melalui pertemuan antara tim MUI dengan tim PKS, baik di tingkat partai maupun fraksi. 

Ia juga berharap MUI dapat terlibat dalam pembahasan di Badan Legislasi (Baleg) DPR.

“Mungkin nanti kita bisa bertemu antara tim MUI dan tim kami, baik di tingkat partai maupun fraksi. Kemudian, MUI juga bisa kami undang untuk menyampaikan langsung di Baleg. Saya kira itu bagus,” tuturnya.

Menurutnya, persoalan anak muda juga perlu menjadi perhatian bersama, terutama terkait media sosial dan kesehatan mental. 

Ia berharap masjid dapat menjadi salah satu ruang yang mendukung pembinaan generasi muda.

“Yang terakhir itu isu-isu media sosial, anak muda, kesehatan mental. Ini perlu kita perhatikan,” katanya.

Ia menilai masjid memiliki potensi besar sebagai ruang berkumpul dan pembinaan anak muda, berdampingan dengan lingkungan sekolah dan lingkungan sosial lainnya.

“MUI kan punya tangan yang kuat sampai ke masjid. Bagaimana masjid itu menjadi tempat anak-anak berkumpul, menyelesaikan dan menghadapi persoalan mereka, dan memiliki lingkungan yang baik,” ujarnya.

Ke depan, ia berharap komunikasi antara PKS dan MUI dapat dilanjutkan melalui pertemuan antarbadan dan komisi. 

Menurutnya, sinergi tersebut dapat memperkuat pembahasan berbagai persoalan umat dan bangsa.

“Harapannya, banyak sekali persoalan umat yang tidak cukup hanya dibahas melalui dialog di sini. Saya berharap bidang, badan, atau komisi di MUI bisa bertemu dengan bidang atau badan yang ada di DPP maupun di fraksi kami, termasuk dengan fraksi-fraksi lain di DPR,” katanya.

Ia berharap komunikasi tersebut dapat menjadi ruang untuk menyampaikan aspirasi umat serta kepentingan bangsa dan negara secara lebih luas.

“Sehingga suara-suara umat, kepentingan bangsa negara, moralitas itu bisa kita suarakan lebih kuat,” tegasnya.  

Dalam silaturahmi tersebut, Presiden PKS Al Muzzammil Yusuf didampingi Sekretaris Jenderal PKS Muhammad Kholid Bendahara Umum PKS Noerhadi, Ketua Fraksi PKS DPR RI Abdul Kharis Almasyhari, serta Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI dari PKS Ansory Siregar. 

Rombongan PKS tersebut disambut Sekjen MUI Buya Amirsyah Tambunan, Ketua MUI Bidang Halal KH Masyhuril Khamis, Ketua MUI Bidang Pendidikan dan Kaderisasi Prof  Faisol Nasar bin Madi, Wakil Sekretaris Jenderal MUI Bidang Halal KH Rofiqul Umam Ahmad, serta para pimpinan MUI dari berbagai komisi, badan, dan lembaga di lingkungan MUI. 

BAGIKAN: