Lewati ke konten utama
Selasa, 3 November 2026 / 23 Jumadil Awal 1448 H
Jadwal memuat...
MUI Sentil Negara-Negara Islam yang Terus Berkonflik: Jangan Saling Melemahkan!MUI Sentil Negara-Negara Islam yang Terus Berkonflik: Jangan Saling Melemahkan!
Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof Sudarnoto Abdul Hakim, saat ditemui di Kantor MUI, Selasa (3/11/2026). Foto: MUI Digital
Berita

MUI Sentil Negara-Negara Islam yang Terus Berkonflik: Jangan Saling Melemahkan!

MUI Sentil Negara-Negara Islam yang Terus Berkonflik: Jangan Saling Melemahkan!

/ 23 Jumadil Awal 1448 H 3 menit baca 113 dibaca

Jakarta, MUI Digital — Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan menggelar Simposium Palestina dan Timur Tengah pada 9 November 2026. Kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka Bulan Solidaritas Palestina ini membahas perkembangan situasi politik dan konflik di kawasan Timur Tengah, termasuk persoalan Palestina.

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof Sudarnoto Abdul Hakim, mengatakan simposium tersebut digelar di tengah meningkatnya ketegangan politik dan konflik di sejumlah wilayah Timur Tengah.

Beberapa isu yang menjadi perhatian di antaranya adalah soal ketegangan antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman, hubungan Iran dan Amerika Serikat, serta belum berjalannya kesepakatan gencatan senjata akibat tindakan Israel.

“Berbagai persoalan tersebut akan menjadi pembahasan utama dalam simposium. MUI juga mengundang sekitar tujuh hingga delapan duta besar dari negara-negara yang berkaitan dengan dinamika konflik di kawasan Timur Tengah untuk memberikan pandangan dan perspektif masing-masing,” jelasnya saat ditemui di Kantor MUI, Selasa (3/11/2026).

Melalui pertemuan itu, MUI berharap dapat mendengar langsung perkembangan situasi dari para perwakilan negara sekaligus menghasilkan sejumlah rekomendasi penting sebagai tindak lanjut dari pembahasan simposium.

Prof Sudarnoto menegaskan, salah satu pesan utama yang ingin disampaikan MUI melalui kegiatan tersebut adalah seruan untuk menghentikan peperangan, tanpa memandang pihak yang terlibat dalam konflik.

“Yang pasti, seperti yang sudah saya nyatakan di media, dan ini saya kira menjadi pandangan MUI, hentikanlah peperangan, siapa pun. Saudi tidak usah menyerang lagi, Houthi tidak usah menyerang lagi, dan sebagainya,” ujarnya.

Ia menilai, konflik yang terus berlanjut hanya akan menimbulkan penderitaan, terutama bagi masyarakat sipil yang menjadi korban. Selain itu, pertikaian antarpihak di dunia Islam juga dinilai dapat melemahkan kekuatan dan persatuan umat Islam secara keseluruhan.

Karena itu, ia menekankan pentingnya mengedepankan perdamaian dan penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi. Menurutnya, dialog memang bukan perkara mudah, tetapi tetap menjadi langkah penting untuk membuka jalan menuju penghentian peperangan.

“Pesan utama kita adalah stop war, hentikan peperangan, damai, dan penyelesaian secara damai. Dialog tetap penting. Tentu saja dialog tidak mudah, tetapi diplomasi menjadi penting,” jelasnya.

Lebih lanjut, Prof Sudarnoto mengingatkan agar eskalasi ketegangan di Timur Tengah tidak semakin meluas akibat keterlibatan pihak-pihak ketiga. Ia menilai, campur tangan negara-negara besar perlu menjadi perhatian karena berpotensi memperpanjang konflik dan memperlemah kekuatan dunia Islam.

Menurutnya, MUI bersama masyarakat memiliki tanggung jawab untuk turut mendorong terciptanya perdamaian serta mencegah meluasnya ketegangan di kawasan tersebut.

Adapun dalam simposium mendatang, masing-masing duta besar yang hadir akan menyampaikan perspektif sesuai dengan kondisi dan persoalan yang dihadapi negaranya. Duta Besar Palestina, misalnya, akan memberikan pandangan terkait perkembangan persoalan Palestina, sementara Duta Besar Somalia, Yordania, dan negara lainnya akan menyampaikan isu-isu yang relevan dengan situasi di kawasan Timur Tengah.

Melalui simposium tersebut, MUI berharap terbangun pemahaman yang lebih luas mengenai dinamika konflik di Timur Tengah sekaligus lahir rekomendasi yang dapat mendorong penghentian peperangan dan penyelesaian konflik secara damai.

Google Ads
BAGIKAN:
Google Ads