Lewati ke konten utama
Sabtu, 26 September 2026 / 14 Rabiul Akhir 1448 H
Jadwal memuat...
23 pimpinan perusahaan katering
Berita

Menhaj Minta Kualitas Konsumsi Jamaah Gelombang Kedua di Madinah Ditingkatkan

Menhaj Minta Kualitas Konsumsi Jamaah Gelombang Kedua di Madinah Ditingkatkan

/ 18 Dzulhijjah 1447 H 3 menit baca 934 dibaca

Laporan jurnalis MUI Digital, dari Madinah, Arab Saudi 

Madinah, MUI Digital — Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, mengumpulkan 23 pimpinan perusahaan katering penyedia konsumsi jamaah haji Indonesia di Madinah, Rabu (3/6/2026).

Pertemuan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan layanan konsumsi menjelang kedatangan jamaah haji gelombang kedua yang dijadwalkan tiba di Madinah mulai 7 Juni 2026.

Jamaah gelombang kedua akan tiba di Madinah setelah menyelesaikan rangkaian puncak ibadah haji dan prosesi Armuzna di Makkah. Karena itu, kualitas layanan konsumsi menjadi salah satu aspek penting yang harus mendapat perhatian seluruh penyedia katering.

Dalam arahannya, Menteri Haji dan Umrah menekankan tiga aspek utama yang harus menjadi fokus seluruh perusahaan katering, yakni ketepatan gramasi makanan, keamanan pangan (food safety), serta ketepatan waktu distribusi kepada jamaah.

"Pelayanan konsumsi pada gelombang pertama secara umum berjalan dengan baik. Namun, untuk menyambut kedatangan jamaah gelombang kedua, kualitas layanan tersebut tidak hanya harus dipertahankan, tetapi juga perlu ditingkatkan," ujar Mochamad Irfan Yusuf.

Menurutnya, evaluasi terhadap layanan konsumsi pada fase kedatangan gelombang pertama menunjukkan sejumlah hal yang perlu menjadi perhatian bersama.

Di antaranya adalah konsistensi porsi makanan sesuai standar yang telah ditetapkan, cita rasa yang sesuai dengan selera jamaah Indonesia, daya tahan makanan, serta penguatan manajemen distribusi agar makanan dapat diterima jamaah tepat waktu.

"Kita ingin memastikan jamaah mendapatkan layanan konsumsi yang berkualitas, aman, dan tepat waktu. Karena itu, seluruh penyedia katering perlu memperhatikan setiap detail pelayanan agar kebutuhan jamaah dapat terpenuhi dengan baik," katanya.

Menanggapi arahan tersebut, seluruh perwakilan perusahaan katering menyatakan komitmen untuk melakukan berbagai perbaikan dan peningkatan layanan sesuai hasil evaluasi yang telah disampaikan.

Selain memberikan arahan kepada penyedia katering, Menteri Haji dan Umrah juga mengimbau jamaah haji Indonesia agar memperhatikan waktu makan selama berada di Madinah.

Ia menjelaskan bahwa sebagian besar hotel jamaah Indonesia berada di kawasan yang relatif dekat dengan Masjid Nabawi. Kondisi ini kerap membuat jamaah menghabiskan waktu lebih lama untuk beribadah sehingga terlambat mengonsumsi makanan yang telah disediakan.

"Saya mengimbau kepada seluruh jamaah agar memperhatikan jadwal makan. Jika waktu makan telah tiba, segera kembali ke hotel untuk mengonsumsi makanan yang telah disiapkan. Pada setiap kemasan makanan juga telah dicantumkan batas waktu aman untuk dikonsumsi," ujarnya.

Menteri Haji dan Umrah berharap sinergi antara penyedia katering, petugas haji, dan kedisiplinan jamaah dapat memastikan layanan konsumsi di Madinah berjalan lebih optimal. Dengan demikian, kebutuhan nutrisi jamaah dapat terpenuhi secara baik sehingga mereka tetap sehat dan bugar selama menjalani rangkaian ibadah di Tanah Suci.

Jamaah haji Indonesia gelombang kedua dijadwalkan mulai bergerak dari Makkah menuju Madinah pada 7 Juni 2026 untuk melanjutkan rangkaian ibadah sebelum kembali ke Tanah Air

BAGIKAN: