Lewati ke konten utama
Selasa, 7 Juli 2026 / 21 Muharam 1448 H
Jadwal memuat...
Berita

Menag Soal Kantor MUI: Saya Tidak Bisa Tidur Enak, Kita Umat Terbesar Kantornya Enggak Bisa Parkir

2 menit baca 337 dibaca
1000504546
Bagikan:

Jakarta, MUI Digital--Menteri Agama (Menag) RI, KH Nasaruddin Umar,  mengaku prihatin dan merasa gelisah secara moral karena ormas Islam yang menaungi umat Muslim terbesar di dunia tersebut tidak memiliki fasilitas kantor yang memadai, bahkan sekadar untuk tempat parkir kendaraan.

Pernyataan jujur tersebut disampaikan Menag di hadapan Dewan Pimpinan MUI dan para tokoh hukum dalam acara Mudzakarah Hukum Nasional di Hotel Grand Sahid Jaya, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis  (2/7/2026) malam WIB.

Menag menceritakan kegelisahannya yang sempat ia utarakan langsung kepada Sekjen MUI Buya Amirsyah Tambunan terkait jomplangnya fasilitas kantor MUI dibandingkan dengan lembaga keagamaan lain di Indonesia yang memiliki gedung hingga empat lantai dengan area yang luas.

Baca juga: Sangat Profetik, Menag Dukung Langkah MUI Beri Apresiasi bagi Tokoh Hukum Berprestasi

"Bahkan mohon maaf, saya bilang ke Pak Sekjen, saya nggak bisa tidur enak kalau masih menyaksikan Sekretariat Majelis Ulama seperti itu ya. Kita umat terbesar di dunia, kantornya nggak ada tempat parkir, susah banget," ungkap Menag bernada prihatin.

Kondisi tersebut dinilai Menag tidak sebanding dengan status Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, di mana institusi sepenting MUI seharusnya memiliki fasilitas yang jauh lebih representatif dan monumental.

Guna menyelesaikan masalah pelik tersebut, Menag bergerak cepat melakukan lobi ke Presiden RI Prabowo Subianto. Ia memastikan bahwa keluhan tersebut sudah direspons positif dan disetujui oleh Presiden Prabowo. 

Menag mengumumkan bahwa pemerintah siap membangun sebuah gedung pencakar langit baru yang ikonik sebagai kantor masa depan bagi MUI.

Baca juga: Menteri Agama Soal Desakan MUI Pidanakan LGBT: Saya Mau Baca Dulu Aturannya

"Saya tasi sore juga rapat dengan salah seorang Wakil Menteri juga. Dan kita akan tindaklanjuti bagaimana supaya nanti tower yang kita akan bangun di depan Hotel Indonesia itu, lantai yang 40 dan itu akan menjadi ikonik. Itu InsyaAllah Presiden sudah merestui dan seterusnya. Mohon doanya," ungkapnya. 

Menurutnya, jika gedung tersebut terealisasi, maka Indonesia memiliki simbol ikonik yang sangat monumental dan membanggakan.