Lewati ke konten utama
Selasa, 7 Juli 2026 / 21 Muharam 1448 H
Jadwal memuat...
Berita

Kemenhaj Kawal Kepulangan Jamaah, Ingatkan Ketentuan Bagasi dan Larangan Bawa Zamzam

3 menit baca 289 dibaca
Koper ada zamzam dibongkar
Bagikan:

Laporan Jurnalis MUI Digital dari Makkah, Arab Saudi

Makkah, MUI Digital — Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia terus mengawal fase kepulangan jamaah haji Indonesia gelombang pertama dari Arab Saudi ke Tanah Air.

Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha, mengatakan hingga Rabu (3/6/2026), sebanyak 28 kloter telah diberangkatkan dari Arab Saudi menuju Indonesia. Jumlah tersebut terdiri atas 11.008 jamaah dan 112 petugas, sehingga totalnya mencapai 11.120 orang.

“Dari jumlah itu, 19 kloter telah tiba di Tanah Air dengan 7.512 jamaah dan 76 petugas. Total jamaah dan petugas yang telah tiba di Indonesia sebanyak 7.588 orang,” ujar Ichsan di Makkah, Rabu (3/6/2026).

Baca juga: Kemenhaj Dorong Komoditas Pangan RI Masuk Rantai Pasok Katering Haji Arab Saudi

Untuk jamaah haji khusus, tercatat 6.002 jamaah dan 286 petugas telah pulang ke Tanah Air, sehingga totalnya mencapai 6.288 orang.

Ichsan menjelaskan, pada hari kedua masa kepulangan terdapat sejumlah penerbangan jamaah haji Indonesia dari Terminal Haji Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, yang mengalami keterlambatan. Penerbangan tersebut meliputi tujuan Surabaya, yakni SV5160, SV5162, dan SV5166, serta tujuan Jakarta, yakni SV5164 dan SV5172.

“Berdasarkan pemberitahuan Hajj Terminal Management, keterlambatan terjadi karena kepadatan operasional bandara. Pada periode ini, jamaah haji dari berbagai negara juga memiliki jadwal kepulangan yang bersamaan,” jelas Ichsan.

Baca juga: Menhaj Perkuat Kerja Sama Kesehatan Haji RI–Saudi German Hospital di Madinah

Menurut Ichsan, Kemenhaj melalui PPIH Arab Saudi terus memperkuat koordinasi dengan petugas Daerah Kerja Bandara, maskapai, syarikah, naqabah, dan pengelola terminal. PPIH juga meminta maskapai memberikan makanan dan minuman kepada jamaah yang mengalami waktu tunggu lebih dari enam jam sesuai ketentuan layanan penerbangan.

“Atas kondisi ini, kami menyampaikan permohonan maaf kepada jamaah yang terdampak. Kami mengimbau jamaah tetap tenang, menjaga kesehatan, mengikuti arahan petugas, dan berkoordinasi dengan ketua kloter maupun petugas di lapangan,” tuturnya.

Memasuki fase kepulangan, Ichsan mengingatkan jamaah agar mematuhi ketentuan barang bawaan. Setiap jamaah hanya diperbolehkan membawa tas paspor, satu koper kabin maksimal 7 kilogram, dan satu koper bagasi maksimal 32 kilogram.

“Kami masih menemukan jamaah membawa barang melebihi ketentuan. Kepatuhan ini penting agar proses pemeriksaan, boarding, dan penerbangan berjalan lancar,” tegasnya.

 Ichsan juga menegaskan bahwa air zamzam tidak boleh dimasukkan ke koper bagasi maupun koper kabin dalam bentuk apa pun. Setiap jamaah akan menerima air zamzam satu galon berisi lima liter di debarkasi masing-masing setelah tiba di Tanah Air.

Selain itu, layanan bus shalawat telah kembali beroperasi untuk melayani jamaah yang akan melaksanakan umrah atau salat di Masjidil Haram. Saat ini, 25 rute telah beroperasi dengan dukungan 421 bus.

“Kondisi cuaca di Makkah masih cukup panas. Jamaah diimbau memperbanyak minum air putih, makan teratur, beristirahat cukup, dan menggunakan pelindung kepala atau payung saat beraktivitas di luar hotel,” kata Ichsan.

Kemenhaj juga mengajak ketua kloter, ketua rombongan, ketua regu, keluarga, serta sesama jamaah untuk memberi perhatian kepada jamaah lansia, disabilitas, perempuan, dan jamaah dengan risiko kesehatan tinggi.

“Mari menjaga kekompakan, saling membantu, dan saling mengingatkan hingga seluruh jamaah kembali ke Tanah Air dengan selamat. Semoga Allah SWT menerima ibadah jamaah haji Indonesia dan menjadikan mereka haji yang mabrur serta hajjah yang mabruroh,” tandas Ichsan.