Lewati ke konten utama
Selasa, 30 Juni 2026 / 14 Muharam 1448 H
Jadwal memuat...
Berita

Jalur Khusus Lansia dan Jamaah Berkursi Roda Disiagakan di Terminal Ajyad

2 menit baca 3.966 dibaca
Jalur kursi roda untuk jamaah lansia
Jalur kursi roda untuk Jamaah Haji Lansia yang disediakan di Terminal Ajyad, Makkah. Foto: MCH
Bagikan:

Laporan MUI Digital, dari Makkah, Arab Saudi 

Makkah, MUI Digital — Kepadatan jamaah haji di Terminal Ajyad kembali terjadi usai shalat Isya berjamaah di Masjidil Haram, Kamis (14/5/2026) malam.

Untuk mengurai antrean sekaligus meningkatkan keamanan, pengelola terminal memberlakukan jalur khusus bagi jamaah lansia dan pengguna kursi roda.

Pantauan di lokasi menunjukkan ribuan jamaah haji Indonesia yang tinggal di wilayah Misfalah mulai memadati terminal sejak pukul 20.50 hingga 21.50 WAS. Mereka antre di tiga pintu keberangkatan menuju bus rute 16, 17, 18, 19, 20, dan 21.

Petugas transportasi tampak sigap mengatur arus jamaah yang berdesakan menuju pintu masuk bus. Jamaah pengguna kursi roda dan kelompok lanjut usia diarahkan menuju pintu khusus.

“Di sini khusus yang berkursi roda. Silakan bapak-ibu ke pintu sebelah sana,” ujar salah satu petugas terminal.

Kepala Pos (Kapos) Terminal Ajyad, Muhammad Rif’at Sitorus, mengatakan, saat ini tersedia tiga pintu dengan sistem buka-tutup untuk mengendalikan kepadatan jamaah. Salah satunya adalah pintu 3A yang dikhususkan bagi jamaah lansia dan risiko tinggi (risti).

“Ketika mereka sudah diarahkan ke rute atau pintu 3A khusus lansia, nanti petugas akan mengarahkan ke rute bus yang seharusnya dinaiki,” kata Sitorus saat ditemui Tim Media Center Haji (MCH), Kamis malam.

Ia menjelaskan, jalur khusus tersebut dibuat agar jamaah lansia mendapatkan kenyamanan dan keamanan saat menuju bus shalawat.

Terminal Ajyad sendiri memiliki kapasitas lebih kecil dibanding Terminal Jabal Ka’bah maupun Syib Amir. Selain itu, terminal ini hanya memiliki satu jalur untuk akses masuk dan keluar kendaraan maupun jamaah.

Meski hanya melayani tiga sektor pemondokan jamaah Indonesia di wilayah Misfalah, terminal tersebut tetap dipadati jamaah dari berbagai negara sehingga suasana sering kali sangat ramai, terutama usai waktu salat.

Untuk mencegah penumpukan dan risiko kecelakaan, pengelola menerapkan sistem buka-tutup pintu. Kebijakan ini diterapkan berdasarkan evaluasi pengalaman tahun-tahun sebelumnya.

“Dulu sebelum ada pagar koridor, banyak jamaah jatuh tersungkur, tertabrak bus, hingga sulit ditertibkan,” ujar Sitorus.

Saat ini, Terminal Ajyad didukung 109 armada bus dan jumlah tersebut akan terus ditambah seiring bertambahnya jamaah Indonesia di wilayah Misfalah. Total nantinya akan ada 140 bus yang melayani enam rute keberangkatan.

Jumlah petugas terminal juga ditambah menjadi 25 personel dari sebelumnya 17 orang. Mereka bekerja dalam tiga shift, dengan penambahan personel saat jam-jam padat jamaah.