Lewati ke konten utama
Selasa, 7 Juli 2026 / 21 Muharam 1448 H
Jadwal memuat...
Berita

Di Atas Kapal Perang KRI SMR-594, Wasekjen MUI Ajak Jadikan Shalat Kunci Kesuksesan

2 menit baca 913 dibaca
Arif Fahruddin
Wakil Sekretaris Jenderal MUI Bidang Dakwah KH Arif Fahruddin saat menyampaikan materi dalam Pesantren Kilat Ramadhan TNI AL di atas KRI SMR-594. Foto: TNI AL
Bagikan:

Jakarta, MUI Digital— Wakil Sekretaris Jenderal MUI Bidang Dakwah KH Arif Fahruddin mengajak peserta Pesantren Kilat Ramadhan untuk menjadikan ibadah shalat  sebagai kunci kesuksesan. 

Hal ini disampaikannya dalam acara Pesantren Kilat Ramadhan yang digelar Tentara Nasional Indonesia Angakatan Laut (TNI AL) di dalam  Kapal Perang KRI SMR –594.

Ulama yang akrab disapa Kiai Arif ini menjelaskan, ibadah shalat  apabila dilaksanakan dengan penuh rasa cinta dan tawakal kepada Allah akan membuat seorang hamba menjadi orang yang sukses di dunia maupun akhirat.

Baca juga: Buka Pesantren Kilat Ramadhan di KRI SMR-594, Ini Harapan Kasal

Dia menegaskan, umat Islam wajib menunaikan ibadah shalat  lima waktu dimana pun ketika sudah masuk waktu shalat  tersebut. Dia menjelaskan, ada sejumlah hikmah dibalik ibadah shalat .

"Shalat  tidak boleh ditinggalkan dalam kondisi apapun selama umat Muslim masih hidup. Kita diajarkan Allah SWT pribadi tangguh dan apapun halangannya, shalat  harus ditegakkan," ujarnya pada Rabu (11/3/2026) malam WIB.

Dia mengibaratkan shalat seperti smart watch tercanggih yang dapat menciptakan pribadi seorang hamba berdisiplin tinggi karena selalu melaksanakan shalat lima waktu. 

Peserta Pesantren Kilat Ramadhan TNI AL melaksanakan shalat berjamaah. Foto: TNI AL

Selain itu, shalat diibaratkan sebagai password untuk meraih tiket masuk surga. Sebab, ibadah shalat  adalah amal perbuatan yang pertama kali akan dihisab.

"Shalat  bisa mencegah perbuatan keji dan mungkar. Karena ketika shalat , sudah melepaskan urusan dunia, yang diingat hanya Allah SWT," lanjutnya.

Baca juga: Pesantren Kilat Ramadhan TNI Al Bersama MUI Diikuti Ratusan Peserta

Peserta Pesantren Kilat Ramadhan TNI AL melaksanakan shalat berjamaah. Foto: TNI AL

Dia menerangkan, ketika sujud dalam shalat , siapapun dia, mulai dari jenderal, presiden, kiai, maupun yang lainnya semuanya bersujud hanya kepada Allah SWT.

Menurutnya, ketika sujud menjadi bukti seorang hamba merendahkan diri serendah-rendahnya dihadapan Allah SWT. Dia menegaskan, shalat menjadi kesuksesan di dunia maupun akhirat.

"Kalau orang shalat , hatinya tidak gelisah dan hatinya merasa senang. Shalat  pemancar yang langsung nyambung kepada Allah SWT. Barangsiapa menjaga shalat , akan menjadi petunjuk dan cahaya di akhirat kelak," sambungnya.