Lewati ke konten utama
Jumat, 24 Juli 2026 / 9 Shafar 1448 H
Jadwal memuat...
Berita

Buya Anwar Abbas Serukan Koruptor Bertobat, Ingatkan Siksa Pedih di Neraka

3 menit baca 193 dibaca
Buya Anwar Abbas
Waketum MUI Buya Anwar Abbas saat memberikan Pembekalan Guru Bangsa dalam rangkaian Maestro Summit 2026: Multaqa Seniman dan Budayawan Muslim Se-Indonesia ke-2 di Pesantren Modern Daar El-Qolam, Gintung, Banten, Sabtu (18/7/2026). Foto: Istimewa
Bagikan:

Jakarta, MUI Digital—  Wakil Ketua Umum MUI, Buya Anwar Abbas, memberikan peringatan keras  kepada para pelaku tindak pidana korupsi di Tanah Air.

Dia mengingatkan betapa mengerikannya azab dan siksaan neraka yang menanti para koruptor di akhirat kelak, mulai dari memikul harta hasil curian hingga gambaran siksaan paling ringan berupa sandal api yang sanggup membuat otak mendidih. 

Buya Anwar menegaskan, korupsi atau ghulul merupakan perbuatan zalim dan dosa besar yang sangat dicela dalam Islam. 

Tidak hanya merugikan masyarakat dan merusak tata kehidupan berbangsa, tindakan mengambil harta yang bukan haknya secara batil telah mengundang murka Allah SWT. 

Baca juga: Kongres Umat Islam Indonesia ke-VIII Bahas Hukuman Mati Koruptor

"Untuk itu, supaya tidak ada penyesalan di kemudian hari dan terhindar dari peristiwa buruk tersebut, MUI mengimbau kepada semua koruptor, baik yang sudah ditangkap maupun yang belum ditangkap, supaya bertobatlah," ujar Buya Anwar, dalam pesan reflektifnya kepada MUI Digital di Jakarta, Jumat (23/7/2026).

Dalam perenungannya, Buya Anwar membeberkan sejumlah dalil shahih dan ayat Alquran untuk menggugah nurani para koruptor. 

Dia menyinggung hadis riwayat Imam Muslim mengenai tingkatan siksaan di neraka yang sangat dahsyat.

Buya Anwar menjelaskan bahwa siksa paling ringan bagi penduduk neraka saja adalah dipasangkan dua sandal dari api yang panasnya sanggup membuat otak seseorang mendidih seperti air di dalam kuali. 

Menerima siksaan seringan itu saja sudah tidak tertahankan, terlebih lagi azab berat yang disiapkan khusus bagi para pelaku ghulul.

Tak hanya itu, Buya Anwar menerangkan hadis Rasulullah SAW yang menggambarkan bagaimana pelaku korupsi akan datang pada hari kiamat dengan memikul sendiri harta yang dikorupsinya di atas pundak. Setelah itu, malaikat akan mencampakkannya ke dalam kobaran api neraka.

Baca juga: Di Maestro Summit, Sekjen MUI Serukan Seniman dan Budayawan Gelorakan Budaya Bersih Bebas Korupsi

"Barang siapa yang kami pekerjakan untuk mengurus suatu urusan, lalu ia menyembunyikan dari kami sebuah jarum atau yang lebih kecil dari itu, maka itu adalah perbuatan ghulul (khianat/korupsi) yang akan ia bawa pada hari Kiamat," tutur Buya Anwar mengutip hadis riwayat Bukhari dan Muslim.

Bahkan, lanjutnya, Rasulullah SAW pernah menegaskan bahwa seseorang yang menyembunyikan sehelai kain saja dari harta publik akan mendapati kain tersebut berubah menjadi api yang membakar dirinya di dalam neraka.

Kerasnya azab bagi orang-orang zalim ini juga ditegaskan dalam Alquran Surah Al-Kahf ayat 29. Allah SWT telah menyediakan neraka yang gejolak apinya mengepung orang zalim. 

Jika mereka meminta pertolongan karena kehausan, mereka justru diberi minuman berupa cairan besi mendidih yang menghanguskan wajah.


Buya Anwar menekankan bahwa hak atas suatu harta akan gugur secara otomatis jika didapat melalui cara yang haram. 

Oleh sebab itu, jalan satu-satunya bagi para koruptor untuk selamat dari ancaman neraka adalah dengan bertobat secara sungguh-sungguh (nasuha).

"Caranya, minta ampunlah kepada Allah SWT dengan bersungguh-sungguh dan kembalikan semua harta yang dikorupsi tersebut kepada yang berhak memilikinya. Lalu berjanjilah kepada Tuhan dan diri sendiri untuk tidak mengulanginya," kata Buya Anwar menegaskan.