Lewati ke konten utama
Sabtu, 25 Juli 2026 / 10 Shafar 1448 H
Jadwal memuat...
Berita

Buka KUII VIII, Ketua MPR Ahmad Muzani Serukan Kebersamaan Demi Indonesia Kuat

3 menit baca 75 dibaca
1000527172
Bagikan:

Jakarta, MUI Digital--Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Ahmad Muzani, menyerukan pentingnya menjaga persatuan, persaudaraan, dan semangat gotong royong di kalangan umat Islam.

Menurutnya, kebersamaan umat adalah kunci utama untuk menyelesaikan berbagai tantangan bangsa dan membawa Indonesia menjadi negara yang berdaulat dan kuat.

Hal tersebut disampaikan Muzani saat secara resmi membuka Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII yang berlangsung di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat (24/7/2026).

Acara yang mengusung tema "Umat Bersatu, Bangsa Berdaulat, Negara Kuat" ini dijadwalkan berlangsung hingga 26 Juli 2026.

Dalam pidato kebangsaannya, Muzani merefleksikan sejarah panjang pelaksanaan Kongres Umat Islam yang pertama kali digelar di Yogyakarta pada Februari 1943.

Kala itu, di tengah ketidakpastian situasi politik global pasca-kekalahan Belanda dan kedatangan Jepang, para tokoh bangsa berkumpul bersama Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari.

Baca juga: Ketua MPR Ahmad Muzani Tegaskan Persatuan Umat Kunci Menjawab Tantangan Bangsa

"Ketika itu ada kegalauan yang amat besar bagi umat Islam di seluruh tanah air, saat Indonesia belum tahu kapan akan merdeka. Namun, Kongres Umat Islam Pertama berhasil menyatukan berbagai pandangan, mazhab, dan aliran yang berbeda demi satu tekad: Indonesia harus merdeka," ujar Muzani.

Ia menegaskan bahwa perlawanan dan gelora perjuangan dari kongres pertama tersebut dirumuskan sebagai bagian dari tekad jihad melawan penjajah, hingga akhirnya mengantarkan semangat kemerdekaan Indonesia.

Muzani menjelaskan bahwa seiring berjalannya waktu, dari kongres ke-2 hingga ke-8 hari ini, fokus pembahasan umat berkembang mencakup peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), ekonomi umat, dakwah, penguasaan teknologi informasi (IT), hingga penguatan akhlak.

Ia menekankan bahwa tantangan bangsa saat ini, seperti pembenahan kualitas SDM, masalah krisis guru, perbaikan tata kelola pondok pesantren, hingga penguatan ekonomi syariah, hanya bisa diselesaikan jika umat Islam solid.

Baca juga: Ketua MPR Ahmad Muzani Ajak Umat Islam Perkuat Perdamaian di Tengah Ancaman Global

"Jika kita bersatu, masalah seberat apa pun akan terasa ringan karena kita memiliki cara pandang yang sama. Umat dan bangsa tidak mungkin dipisahkan. Umat adalah bangsa, dan bangsa adalah umat. Sebab jika umat bersatu, maka bangsa berdaulat, dan negara pasti akan kuat," tegasnya.

Pembukaan KUII VIII berlangsung khidmat dan dihadiri oleh sejumlah pimpinan lembaga tinggi negara, tokoh nasional, ulama, serta diplomat negara sahabat.

Pantauan MUI Digital di lokasi, tampak hadir Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurrahman, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, dan Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung.

Selain itu, hadir pula Kepala BRIN Prof Arief Satria,  Ketua LPS Anggito Abimanyu, Wakil Ketua Badan Legislasi Nasional (Baleg) DPR RI Ahmad Doli Kurnia, Ketua Badan Pelaksana BPKH Fadlul Imansyah, serta Ketua Baznas Sodik Mudjahid.

Dari jajaran ulama dan pimpinan MUI, terlihat Sekretaris Wantim MUI KH Zainut Tauhid Sa'adi, Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar, dan Wakil Ketua Umum MUI KH M Cholil Nafis. 

Pembukaan ini juga dihormati dan dihadiri oleh jajaran Duta Besar negara sahabat, seperti Dubes Yaman Salem Ahmad Abdulrahman Balfakeeh, Dubes Arab Saudi Faisal Abdullah H Amodi, Dubes Iran Mohammad Boroujerdi, Dubes Palestina Abdulfattah A K Al-Sattari, Dubes  Malaysia Dato Syed Mohammad Hasrin Tengku Hussin, hingga Dubes  Qatar Sultan bin Mubarak Saad Al-Dosari.

Acara resmi dibuka setelah Ketua MPR RI memimpin pembacaan basmalah secara bersama-sama di hadapan ribuan peserta kongres. Melalui forum ini, Muzani berharap pesan persatuan dan kebersamaan dapat terus bergelora demi masa depan Indonesia yang lebih cerah.