5 Pelajaran Penting dari Dakwah Nabi Secara Sembunyi-sembunyi selama 3 tahun
Rizkayadi Sjukri
Penulis
Makassar, muisulsel.or.id – Fase Dakwah Nabi saw secara sembunyi-sembunyi dilakukan bukan karena takut pada kaum Quraisy tetapi bijaksananya Nabi saw dalam berdakwah. Yang lebih menariknya adalah fase dakwah bukan untuk berdakwah para pembesar kaum Quraiys karena pembesar selalu dipengaruhi berbagai kepentingan.
Orang yang selalu merasa hebat, terkadang susah untuk tunduk dan taat. Seharusnya dengan banyaknya bukti yang diberikan melalui Nabi saw, mestinya mereka sudah beriman kepada Allah swt. Tetapi karena Ego, mereka tidak akan menerimanya. Di sisi lain orang yang tidak memiliki jabatan akan menerima dakwah Nabi dengan ikhlas.
Hasil dari dakwah sembunyi-sembunyi selama tiga tahun melahirkan komunitas muslim pertama yang paling kuat saling mengingat dan saling membantudalam dakwah Islam. Mereka diikat bukan karena hubungan keluarga, kerabat, atau suku tetapi mereka disatukan oleh akidah Islam yang kuat hingga tak daat digoyahkan.
Generasi inilah yang menjadi pondasi dakwah Islam, berjuang bersama dengan Rasulullah Dakwah Nabi pada fase terbuka nantinya.
Fase yang sembunyi-sembunyi ternyata menimbulkan gelombang yang sangat besar dan menentukan sejarah Islam.
Lewat membaca sejarah ini, kita belajar sejarah Nabi karena kita perlu tahu bagaimana cara Nabi menyampaikan perubahan dan mengelola perubahan sehingga menjadi ummat yang kuat hingga saat ini.
Pelajaran pertama dari dakwah ini adalah Dakwah harus dibangun dengan Hikmah, Kebijaksanaan. Semangat dan keberanian tidak cukup untuk berdakwah. Cara menyampaikan dakwah juga harus diperhatikan. Kita harus peka kepada orang yang mau diajak
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada link di bawah ini