Lewati ke konten utama
Selasa, 30 Juni 2026 / 14 Muharam 1448 H
Jadwal memuat...
Berita

Ketua MUI Prof Sudarnoto: KUII VIII Siapkan Peta Jalan Geopolitik Umat 2026–2030

2 menit baca 580 dibaca
Sudarnoto FGD
Diskusi Kelompok Terarah (Focus Group Discussion/FGD) bertajuk Indonesia, Dunia Islam, dan Tatanan Dunia Multipolar: Membangun Agenda Geopolitik Umat di Tengah Transformasi Global yang diselenggarakan di Gedung MUI Pusat, Jakarta, Kamis (25/6/2026) lalu. Foto: MUI Digital
Bagikan:

Jakarta, MUI Digital – Ketua Kelompok Kerja Geopolitik dan Tatanan Dunia Baru Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII, Prof Sudarnoto Abdul Hakim, menyampaikan KUII VIII akan merumuskan Peta Jalan Geopolitik Umat 2026–2030 sebagai arah strategis kontribusi umat Islam Indonesia dalam merespons dinamika geopolitik global.

Hal tersebut disampaikan Prof Sudarnoto saat menjadi pemantik dalam Diskusi Kelompok Terarah (Focus Group Discussion/FGD) bertajuk Indonesia, Dunia Islam, dan Tatanan Dunia Multipolar: Membangun Agenda Geopolitik Umat di Tengah Transformasi Global yang diselenggarakan di Gedung MUI Pusat, Jakarta, Kamis (25/6/2026) lalu.

Dalam paparannya yang berjudul Geopolitik dan Tatanan Dunia Baru, Prof Sudarnoto menjelaskan bahwa dunia saat ini tengah bergerak menuju tatanan multipolar.

Persaingan antarnegara tidak lagi hanya terjadi di bidang politik dan militer, tetapi juga meluas ke sektor ekonomi, energi, teknologi, kecerdasan buatan (AI), keamanan siber, hingga penguasaan data.

Baca juga: MUI Siapkan Naskah Akademik RUU Pidana LGBT, Dorong Masuk Prolegnas untuk Jerat Pelaku

Menurutnya, di tengah perubahan tersebut umat Islam menghadapi berbagai tantangan global, seperti penjajahan yang masih dialami bangsa Palestina, meningkatnya Islamofobia di sejumlah negara, serta ancaman disinformasi yang menuntut penguatan literasi dan kedaulatan digital.

Dia menegaskan bahwa Indonesia memiliki peluang strategis untuk berkontribusi dalam mewujudkan perdamaian dunia.

Sebagai negara middle power dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia dinilai memiliki modal untuk memainkan peran lebih besar melalui diplomasi, penguatan kerja sama internasional, serta pelibatan generasi muda dan perempuan dalam diplomasi non-pemerintah.

Prof Sudarnoto yang juga Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional ini menjelaskan bahwa umat Islam Indonesia memiliki empat fungsi strategis, yakni fungsi moral dalam membela Palestina dan menolak penjajahan, fungsi intelektual dengan membangun narasi Islam rahmatan lil 'alamin dan wasathiyah, fungsi diplomatik melalui penguatan lembaga, filantropi, dan advokasi, serta fungsi ekonomi melalui pengembangan industri halal, filantropi produktif, dan jejaring perdagangan strategis.

Baca juga: LAKK MUI Beberkan Bahaya Medis Perilaku LGBT, dari Raja Singa hingga HIV

Sebagai tindak lanjut, KUII VIII berencana menyusun Peta Jalan Geopolitik Umat 2026–2030 yang akan memuat arah kebijakan terkait isu Palestina dan keadilan global, Islamofobia dan perang narasi, tatanan dunia multipolar, AI dan kedaulatan digital, serta geoekonomi dan ketahanan nasional.

Dokumen tersebut diharapkan menjadi pedoman bagi umat Islam Indonesia dalam memperkuat kontribusi terhadap perdamaian dunia yang adil, damai, dan berkeadaban.