Lewati ke konten utama
Sabtu, 24 Oktober 2026 / 13 Jumadil Awal 1448 H
Jadwal memuat...
Pesan Sekum MUI Jatim di MUBES I PKU: Santri Pemilik Saham NKRI, Kualitas Akademik Harus Ditingkatkan
Jawa Timur

Pesan Sekum MUI Jatim di MUBES I PKU: Santri Pemilik Saham NKRI, Kualitas Akademik Harus Ditingkatkan

Pesan Sekum MUI Jatim di MUBES I PKU: Santri Pemilik Saham NKRI, Kualitas Akademik Harus Ditingkatkan

/ 12 Jumadil Awal 1448 H 2 menit baca

Surabaya, MUI Jatim— Mahasiswa Program Sarjana Pendidikan Kader Ulama (PKU) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur menyelenggarakan Musyawarah Besar (MUBES) I di Kantor MUI Jatim, Kamis (22/10/2026). Mengusung tema “Revitalitas Semangat Intelektual Muslim: Menatap Masa Depan Organisasi yang Berintegritas dan Belandaskan Ukhuwah”, acara ini menjadi momentum strategis bagi evaluasi dan peningkatan kualitas kader ulama di masa depan.

Dalam sambutannya, Sekretaris Umum MUI Jatim, Dr. KH. M. Hasan Ubaidillah, S.H.I., M.Si., menyoroti arah baru program PKU. Beliau menjelaskan bahwa pada tahun 2026 ini, program PKU mengalami moratorium untuk dinaikkan levelnya secara akademis dan kualitas.

Terdapat dua langkah peningkatan kapasitas yang disiapkan untuk para mahasiswa:

  • Peningkatan program ke level marhalah tsaniyah (setara magister) di Ma’had Aly agar mahasiswa benar-benar berkonsentrasi pada wawasan keulamaan.
  • Peningkatan level ke program magister (S2) luar negeri yang bekerja sama dengan LDPG untuk melanjutkan studi ke Universitas Al-Azhar, Kairo.

“Jadi pimpinan ini sangat beruntung sekali. 76 mahasiswa dari 5 prodi ini adalah pilot project yang nantinya akan dikembangkan terus sesuai dengan kesepakatan dari pimpinan MUI Jawa Timur,” ujar KH. Hasan Ubaidillah.

Lebih lanjut, beliau mengingatkan para mahasiswa akan akar sejarah perjuangan bangsa. Beliau menegaskan bahwa santri, alim ulama, dan kiai adalah pemilik saham terbesar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal ini dibuktikan dari sejarah perjuangan tokoh seperti Pangeran Diponegoro yang juga seorang santri, hingga puncaknya pada fatwa Resolusi Jihad yang dicetuskan oleh Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari untuk mempertahankan kemerdekaan pada peristiwa 10 November di Surabaya.

“Maka tanggung jawab saya ingin semuanya, apalagi saat ini yang kuliah dengan program Pendidikan Kader Ulama MUI Provinsi Jawa Timur, ini punya tanggung jawab besar untuk berkontribusi kepada bangsa dan negara,” tegasnya.

Untuk mendukung hal tersebut, kurikulum PKU ke depannya akan dirancang lebih terarah. Memasuki semester 3, mahasiswa tidak lagi berfokus pada intensif Bahasa Arab dan Bahasa Inggris seperti pada semester 1 dan 2, melainkan akan diintervensi dengan program kajian-kajian khusus wawasan keulamaan. Materi-materi wawasan keulamaan ini akan dikolaborasikan dengan program ma’had jami’ah sesuai dengan kurikulum yang telah disusun oleh MUI Provinsi Jawa Timur.

Melalui MUBES I ini, diharapkan para mahasiswa PKU MUI Jatim mampu menyinergikan semangat ukhuwah dan intelektualitas untuk mencetak kader ulama masa depan yang berintegritas dan mampu memberikan kontribusi konkret bagi daerahnya masing-masing.

Google Ads
BAGIKAN:
Google Ads