Lewati ke konten utama
Selasa, 28 Juli 2026 / 13 Shafar 1448 H
Jadwal memuat...
Berita

Tutup KUII VIII, Menag: Sinergi Pemerintah dan MUI Kunci Kemajuan Bangsa

3 menit baca 80 dibaca
Menag Nasaruddin Umar
Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI) Prof KH Nasaruddin Umar saat memberikan sambutan pada Penutupan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII yang bertepatan dengan Perayaan Milad ke-51 MUI di Hotel Bidakara, Jakarta, Ahad (27/7/2026). Foto: A Fahrur Rozi/ MUI Digital
Bagikan:

Jakarta, MUI Digital— Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI) Prof KH Nasaruddin Umar menegaskan bahwa sinergi yang kokoh antara pemerintah dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) merupakan salah satu kunci utama dalam mendorong kemajuan bangsa.

Hal tersebut disampaikan Menag saat memberikan sambutan pada Penutupan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII yang bertepatan dengan Perayaan Milad ke-51 MUI di Hotel Bidakara, Jakarta, Ahad (27/7/2026).

Dalam arahannya, Menag atas nama Pemerintah Republik Indonesia memberikan dukungan penuh terhadap seluruh hasil rekomendasi dan keputusan yang dirumuskan dalam KUII VIII. 

Menurutnya, hasil kongres tersebut sangat produktif, rasional, dan berjalan seirama dengan visi pembangunan pemerintah.

Baca juga: Mendikdasmen Abdul Mu'ti Soroti Soal Pendidikan hingga Bahaya Narkoba di KUII VIII

"Atas nama pemerintah, kami memberikan dukungan penuh terhadap hasil-hasil Kongres ini yang sangat produktif, sangat rasional, dan sangat sejalan dengan visi-visi pemerintah. Jadi inilah indahnya Indonesia, Majelis Ulama dengan pemerintahnya saling meringankan beban satu sama lain," ujar Menag. 

Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta ini menjelaskan, pola hubungan ideal di Indonesia tecermin dari bagaimana lembaga keagamaan seperti MUI turut membantu tugas-tugas pemerintah, begitu pula sebaliknya. 

Hubungan yang harmonis ini tidak hanya berlaku bagi umat Islam, tetapi juga dirasakan oleh seluruh majelis keagamaan lain di Tanah Air.

Baca juga: Politisi Golkar Sebut KUII VIII Forum Strategis Perkuat Persatuan Umat

Lebih lanjut, Menag berharap MUI ke depan dapat terus menguatkan perannya dalam memberikan pembimbingan dan penyuluhan secara berkelanjutan. Langkah ini dinilai vital agar masyarakat Muslim Indonesia dapat tumbuh menjadi umat yang ideal (khairu ummah).

"Kami sangat yakin bahwa semakin dalam pemahaman umat terhadap agamanya, maka akan semakin menjanjikan harapan yang lebih besar bagi masa depan bangsa," tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Menag juga menyoroti program-program strategis Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, khususnya yang berfokus pada penguatan Pasal 33 UUD 1945. 

Menurut Menag, umat beragama adalah pihak yang paling merasakan dampak positif dari kebijakan ekonomi yang berpihak pada rakyat tersebut.

Baca juga: Di Forum KUII, Polri Tegaskan Ingin Benar-Benar Berubah: Doakan dan Tetap Kritik Kami

Melalui sinergi lintas sektor ini, Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI ini merasa optimis Indonesia tidak hanya akan dikenal sebagai negara besar dari segi wilayah dan jumlah penduduk, tetapi juga unggul dari segi kualitas dan prestasi.

"InsyaAllah, bangsa yang besar ini kelak akan menjadi episentrum peradaban dunia Islam di masa yang akan datang," tambah Menag.

Menag juga mengingatkan pentingnya menjaga iklim kebangsaan yang kondusif melalui penghormatan terhadap supremasi hukum, Hak Asasi Manusia (HAM), kesetaraan gender, serta kebebasan berpendapat yang bertanggung jawab.

Dia meminta seluruh elemen masyarakat untuk menyelesaikan setiap persoalan melalui koridor hukum yang berlaku dan menghindari aksi main hakim sendiri.

"Negara kita adalah negara hukum. Jika ada pelanggaran atau penyimpangan, mari kita selesaikan secara hukum dan jangan main hakim sendiri. Sepanjang aspirasi disampaikan secara terbuka dan tidak melanggar hukum, pasti semua pihak, termasuk pemerintah, akan memberikan apresiasi," kata dia.