Trump Umumkan Kesepakatan Gencatan Senjata dengan Iran, Selat Hormuz Dibuka Kembali tanpa Tarif
Washington, MUI Digital- Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa kesepakatan gencatan senjata dengan Iran telah tercapai dan jalur pelayaran melalui Selat Hormuz akan kembali dibuka tanpa pungutan biaya.
Menurut Aljazeera, kesepakatan tersebut, yang kemudian dikonfirmasi oleh Wakil Menteri Luar Negeri Iran pada Ahad (14/6/2026), disebut akan segera mengakhiri permusuhan antara Iran dan Amerika Serikat.
Trump mengatakan perjanjian itu memungkinkan pelayaran bebas biaya melalui Selat Hormuz, yang sebagian besar tertutup sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Desember.
"Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai," tulis Trump melalui platform Truth Social.
"Selamat kepada semua pihak! Dengan ini saya memberikan otorisasi penuh untuk membuka Selat Hormuz tanpa biaya, dan pada saat yang sama mengizinkan pencabutan segera blokade Angkatan Laut Amerika Serikat. Kapal-kapal dunia, nyalakan mesin kalian. Biarkan minyak kembali mengalir!"
Trump kemudian menambahkan bahwa kesepakatan tersebut akan membawa perdamaian dan keamanan bagi seluruh kawasan, serta mengisyaratkan kemungkinan tercapainya perjanjian damai yang lebih komprehensif dengan Iran di masa mendatang.
"Kesepakatan besar ini akan menghadirkan perdamaian dan keamanan bagi seluruh kawasan. Banyak presiden telah mencoba berdamai dengan Iran, namun semuanya gagal sebelum saya. Untuk pertama kalinya, para pemimpin kawasan menemukan seorang presiden yang dapat membantu mereka mewujudkan perdamaian yang nyata. Dengan dibukanya kembali Selat Hormuz setelah penandatanganan kesepakatan pada Jumat nanti, termasuk untuk kepentingan pembersihan ranjau laut, minyak akan kembali mengalir dari kedua arah, bagi kawasan maupun dunia," kata Trump.
Peran Pakistan
Pengumuman Trump muncul setelah Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif lebih dulu mengumumkan kesepakatan tersebut melalui platform X.
Ia menyebut perjanjian itu bertujuan mengakhiri pertempuran di seluruh medan konflik, termasuk di Lebanon.
"Setelah serangkaian pembicaraan intensif, kami dengan senang hati mengumumkan bahwa kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Republik Islam Iran telah tercapai. Kedua pihak menyatakan penghentian segera dan permanen seluruh operasi militer di semua front, termasuk di Lebanon," tulis Sharif.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Amerika Serikat dan Iran atas komitmen mereka dalam mencari solusi diplomatik atas konflik tersebut.
Baca juga: DPR AS Setujui Resolusi Pembatasan Perang Iran, Mampukah Menghentikan Trump?
"Kami juga menyampaikan penghargaan tulus kepada saudara-saudara kami yang terlibat dalam upaya mediasi ini, khususnya kepemimpinan Negara Qatar, atas dukungan mereka dalam mencapai kesepakatan ini," lanjutnya.
Sharif turut mengucapkan terima kasih kepada kepemimpinan Arab Saudi dan Turki atas kontribusi besar mereka dalam proses perundingan.
"Dengan tercapainya kesepakatan ini, para mediator akan memfasilitasi serangkaian pertemuan pekan ini. Pembahasan awal sebelum implementasi akan menjadi landasan bagi perundingan teknis serta upacara penandatanganan resmi."
Qatar, Inggris, dan Prancis Sambut Positif Pengumuman tersebut muncul setelah beberapa hari spekulasi mengenai kemungkinan tercapainya kesepakatan.
Sebelumnya Trump menyatakan bahwa perjanjian gencatan senjata akan diumumkan pada Ahad. Namun serangan udara Israel ke kawasan pinggiran selatan Beirut sempat memunculkan kekhawatiran bahwa proses perdamaian dapat terganggu.
Baca juga: Perang Iran Picu Polarisasi Muslim di Filipina, Ancam Persatuan Bangsamoro
Setelah sejumlah peringatan dari para pemimpin Iran yang menyatakan kesiapan mereka membalas Israel atas pengeboman Beirut—yang dianggap sebagai garis merah bagi Teheran—Perdana Menteri Pakistan akhirnya mengumumkan bahwa sebuah "kesepakatan damai" telah berhasil dicapai.
Qatar menyatakan bahwa kemitraannya dengan Pakistan berperan penting dalam mewujudkan nota kesepahaman tersebut setelah proses mediasi intensif selama beberapa hari terakhir. Kementerian Luar Negeri Qatar melalui X menyatakan:
"Negara Qatar menyambut baik tercapainya nota kesepahaman antara Amerika Serikat dan Republik Islam Iran mengenai penyelesaian berbagai isu yang masih tertunda, termasuk jaminan kebebasan navigasi di Selat Hormuz. Kami memandangnya sebagai langkah penting dalam memperkuat perdamaian berkelanjutan serta mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat regional dan internasional."
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyatakan kesiapan negaranya untuk membantu pembicaraan teknis antara Washington dan Teheran, dengan harapan pembukaan kembali Selat Hormuz dapat menstabilkan pasar energi dunia.
"Perhatian kini harus difokuskan pada implementasi penuh nota kesepahaman ini guna memastikan Selat Hormuz dibuka kembali dan tetap terbuka secara permanen, serta memastikan rincian perjanjian nuklir dapat diselesaikan," ujar Starmer.
"Kami menegaskan bahwa kebebasan navigasi tanpa hambatan dan tanpa biaya di Selat Hormuz harus segera dipulihkan," tambahnya.
Presiden Prancis Emmanuel Macron juga menyambut baik kesepakatan tersebut dan menyatakan bahwa Paris siap mendukung pemerintah Lebanon.
Baca juga: Sekjen MUI Berharap Perang Iran Segera Berakhir, Dampaknya Rugikan Semua Negara
"Saya menyambut baik kesepakatan yang dicapai antara Amerika Serikat dan Iran, hasil dari upaya diplomatik yang melibatkan sejumlah mitra internasional. Saya menyerukan agar kesepakatan ini segera dan sepenuhnya dilaksanakan oleh semua pihak yang terlibat dalam konflik," tulis Macron.
Ia menambahkan bahwa perjanjian tersebut harus memungkinkan pembukaan kembali Selat Hormuz secara segera dan tanpa syarat. "Lalu lintas maritim yang kembali berjalan tanpa pembatasan maupun biaya sangat penting bagi stabilitas kawasan dan perekonomian global," ujarnya.
Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance menilai kesepakatan gencatan senjata tersebut dapat menandai lahirnya era baru di Timur Tengah dan memuji peran Trump dalam tercapainya perjanjian tersebut.
"Apa yang dilakukan presiden adalah menciptakan ruang nyata untuk mentransformasi kawasan itu. Dan kini, mudah-mudahan, sebuah era baru bersama Iran dapat dimulai," kata Vance.
Baca juga: Perang Iran, Antara Narasi Armageddon dan Tanda Akhir Zaman
"Saya pikir kita dapat mengatakan dengan penuh keyakinan bahwa Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir. Ini merupakan hal yang sangat baik bagi rakyat Amerika."
Vance juga menyatakan harapannya agar harga energi global dapat menurun setelah pembukaan kembali Selat Hormuz.
Ia mengaku berencana menghadiri upacara penandatanganan resmi perjanjian yang dijadwalkan berlangsung pekan depan di Swiss.