Simak Kiat Merawat Hewan Qurban Berikut Ini agar Tetap Sehat dan Tidak Stres
Miftahul Jannah
Penulis
Admin
Editor
Jakarta, MUI Digital – Menjelang Idul Adha, perawatan hewan qurban menjadi hal penting yang perlu diperhatikan oleh penjual maupun pembeli agar hewan tetap sehat, nyaman, dan tidak mengalami stres hingga waktu penyembelihan.
Dosen Fakultas Peternakan IPB University sekaligus auditor halal LPPOM, Henny Nuraini, menjelaskan bahwa pemeliharaan hewan qurban dapat mengacu pada prinsip Good Farming Practice (GFP) atau tata cara beternak yang baik.
Menurutnya, perawatan hewan ternak yang baik meliputi pemberian pakan dan air minum sesuai kebutuhan, pemeriksaan kesehatan, serta menjaga kebersihan kandang.
“Pakan harus mencukupi kebutuhan hewan, terdiri dari hijauan dan konsentrat, serta memiliki palatabilitas yang baik atau disukai ternak. Air minum juga harus selalu tersedia,” ujarnya kepada MUI Digital, di Jakarta, Sabtu (22/5/2026).
Baca juga: Simak Panduan Penyembelihan Qurban dari Pra hingga Penanganan Limbah Menurut Pakar IPB
Selain itu, pemeriksaan kesehatan perlu dilakukan melalui pemberian obat, vitamin, suplemen, maupun vaksinasi apabila diperlukan.
Dia juga menekankan pentingnya kandang yang bersih dan nyaman, memiliki ventilasi baik, serta peralatan yang terjaga kebersihannya agar hewan tidak mudah mengalami gangguan kesehatan.
Terkait perilaku hewan qurban yang sering disebut “mengamuk”, Henny menilai istilah tersebut kurang tepat. Menurutnya, hewan sebenarnya menunjukkan perilaku agresif akibat rasa tidak nyaman dan stres.
“Hewan ternak yang terbiasa berinteraksi dengan manusia biasanya lebih jinak atau kalem. Sebaliknya, hewan yang jarang berinteraksi dengan manusia akan merasa terancam ketika berada di lingkungan ramai,” kata Henny yang juga peneliti senior di Pusat Kajian Halal IPB University ini.
Baca juga: Bagaimana Ciri-ciri Hewan Qurban yang Sehat? Berikut Penjelasan Pakar Peternakan
Dia menerangkan, suasana hiruk pikuk di area penyembelihan dapat membuat hewan stres sehingga berusaha mempertahankan diri atau keluar dari situasi yang dianggap mengganggu.
Karena itu, Henny menyarankan agar manusia menjalin interaksi yang baik dengan hewan qurban sebelum disembelih.
“Ajak komunikasi dengan cara diusap-usap, diajak bicara, dan biasakan ada orang di dekat hewan paling tidak sehari sebelum penyembelihan. Ketika hewan merasa manusia bukan ancaman, maka hewan akan lebih tenang,” katanya.
Dia juga mengingatkan bahwa hewan memiliki indra penciuman yang tajam. Menurutnya, hewan dapat mendeteksi hormon stres manusia sehingga rasa takut dari orang yang mendekat justru bisa memicu perilaku agresif pada hewan.
“Kalau takut berhadapan dengan hewan, sebaiknya jangan mendekat karena hewan bisa mencium hormon stres dari tubuh manusia,” ujarnya.
Henny menambahkan, memahami perilaku hewan ternak merupakan bagian penting dalam penanganan hewan qurban secara baik dan aman.
“Memperlakukan hewan dengan ihsan atau baik merupakan bagian dari penerapan kesejahteraan hewan,” kata dia.