Lewati ke konten utama
Rabu, 23 September 2026 / 11 Rabiul Akhir 1448 H
Jadwal memuat...
1000579374
Berita

Menag Luncurkan Rangkaian Hari Santri 2026 hingga Perkemahan Pramuka Santri Nusantara

Menag Luncurkan Rangkaian Hari Santri 2026 hingga Perkemahan Pramuka Santri Nusantara

/ 11 Rabiul Akhir 1448 H 3 menit baca 85 dibaca

Jakarta, MUI Digital--Menteri Agama Republik Indonesia, KH Nasaruddin Umar, secara resmi meluncurkan seluruh rangkaian kegiatan Peringatan Hari Santri 2026. Salah satu agenda nasional dalam perhelatan tahun ini adalah penyelenggaraan Perkemahan Pramuka Santri Nusantara sebagai wadah pembentukan karakter, kepemimpinan, dan penguatan kebangsaan bagi para santri di seluruh Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Menag KH Nasaruddin Umar dalam acara Media Gathering Hari Santri 2026 yang digelar di Cosmo Amarossa Hotel, Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (22/9/2026).

Menag menyampaikan bahwa acara media gathering ini menjadi langkah awal dari serangkaian program besar yang sengaja dirancang untuk menyongsong puncak peringatan Hari Santri pada 22 Oktober 2026 mendatang. Rangkaian kegiatan ini sekaligus menjadi wujud rasa syukur atas lahirnya struktur baru Direktorat Jenderal Pondok Pesantren di lingkungan Kementerian Agama.

​"Pertama hari ini yang kita mulai launching adalah media gathering untuk Hari Santri. Saya sangat bangga, terima kasih ternyata rekan-rekan para wartawan dan media sosial ini ikut bersemangat juga mendampingi dan membantu kami untuk mensosialisasikan program-program Ditjen Pondok Pesantren ini," kata Kiai Nasaruddin Umar.

​Di antara beragam agenda yang telah disiapkan, Perkemahan Pramuka Santri Nusantara menjadi salah satu kegiatan besar yang paling menyita perhatian. Kegiatan kepanduan berskala nasional tersebut dijadwalkan berlangsung pada akhir September hingga awal Oktober mendatang. Menag menegaskan bahwa agenda ini memiliki akar sejarah yang sangat kuat dengan tradisi pesantren di Indonesia.

​"Di samping itu juga ada hal yang sangat menarik ini, Perkemahan Pramuka Santri Nusantara. Itu insya Allah kita rencanakan nanti tanggal 30 September sampai 6 Oktober. Jadi kita akan kumpul seluruh santri-santri itu. Bagaimana dengan entitasnya itu bisa menampilkan satu semangat baru dan juga sekaligus satu pendekatan lain di dalam melaksanakan kegiatan kepramukaan," tutur Menag.

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI ini menambahkan bahwa gerakan kepanduan sesungguhnya bukan hal baru bagi kalangan pesantren, sebab para santri telah mengenal dan mempraktikkan tradisi kepanduan sejak masa pergerakan nasional jauh sebelum lembaga pendidikan modern lainnya berkembang di Indonesia. 

Selain perkemahan pramuka, Kementerian Agama juga telah menyiapkan sejumlah program unggulan lain untuk menyemarakkan peringatan tahun ini. Menag menyebutkan adanya ajang penganugerahan Pesantren Award bagi pihak-pihak yang berkontribusi terhadap kemajuan pesantren, pameran inovasi dalam Expo Kemandirian Santri, ajang kebudayaan melalui Festival Sarung dan Peci Santri, hingga program penjaringan bakat dalam Santri Vision.

Seluruh rangkaian tersebut nantinya akan bermuara pada dua acara puncak, yakni Upacara Peringatan Hari Santri pada 22 Oktober dan dilanjutkan dengan Malam Bhakti Santri. Menag berharap seluruh elemen masyarakat dan insan media dapat memberikan dukungan penuh agar keberadaan Ditjen Pondok Pesantren yang baru ini mampu membawa pesan Islam moderat serta dampak positif yang nyata bagi kemajuan bangsa.

BAGIKAN: