Lewati ke konten utama
Kamis, 15 Oktober 2026 / 4 Jumadil Awal 1448 H
Jadwal memuat...
Kiai Cholil
Wakil Ketua Umum MUI KH M Cholil Nafis memimpin pembacaan doa dalam pembukaan acara Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, Rabu (14/10/2026). Foto: Fachri/ MUI Digital
Berita

Lantunan Doa Kiai Cholil di Pembukaan ISEF 2026 dan Asa Kebermanfaatan Ekonomi Syariah

Lantunan Doa Kiai Cholil di Pembukaan ISEF 2026 dan Asa Kebermanfaatan Ekonomi Syariah

/ 4 Jumadil Awal 1448 H 2 menit baca 92 dibaca

Jakarta, MUI Digital— Wakil Ketua Umum MUI KH M Cholil Nafis memimpin pembacaan doa dalam pembukaan acara Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, Rabu (14/10/2026).

Dalam doanya, Kiai Cholil memanjatkan harapan besar agar penguatan ekonomi syariah di Indonesia mampu menjadi jalan menuju kemandirian bangsa sekaligus solusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Di hadapan para pemangku kepentingan ekonomi dan keuangan syariah, Kiai Cholil menegaskan bahwa sistem ekonomi syariah tidak hanya menekankan keabsahan transaksi secara hukum agama, melainkan juga harus menjadi motor penggerak keadilan sosial dan pengentasan kemiskinan. 

"Ya Allah, jadikanlah ekonomi syariah sebagai kekuatan produksi, pembuka lapangan kerja, jalan menuju kemandirian ekonomi, dan sarana meningkatkan kesejahteraan kaum fakir dan kelompok yang lemah," tutur Kiai Cholil saat membacakan doa di panggung utama ISEF 2026.

Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah ini menambahkan bahwa pembangunan ekonomi yang berkelanjutan perlu menempatkan prinsip-prinsip syariah sebagai fondasi utama kepercayaan masyarakat dan ukuran keadilan. 

Ulama kelahiran Madura pada 1 Juni 1975 ini berharap ISEF 2026 dapat menjadi momentum awal untuk memperkuat integrasi, kerja sama, dan inovasi lintas sektor. 

Kiai Cholil juga menyoroti pentingnya menyelaraskan kemajuan teknologi dan inovasi finansial modern dengan nilai-nilai luhur kemanusiaan. 

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang ideal harus membawa dampak keberkahan yang dirasakan hingga ke lapisan masyarakat terbawah.

"Bimbinglah kami dalam membangun ekonomi syariah yang memadukan keabsahan transaksi dengan kekuatan produksi, integritas dengan inovasi, serta kemajuan teknologi dengan nilai-nilai kemanusiaan,” ujar dia. 

“Jadikanlah kekayaan sebagai amanah, pekerjaan sebagai ibadah, rezeki sebagai rezeki yang halal dan baik, serta pertumbuhan ekonomi sebagai pertumbuhan yang disertai keadilan dan keberkahan," kata dia melanjutkan. 

Acara pembukaan ISEF 2026 ini di antaranya dihadiri oleh Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti, Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Drajat Hari Wibowo, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti, Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu, serta Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan.

Google Ads
BAGIKAN:
Google Ads