Lewati ke konten utama
Rabu, 21 Oktober 2026 / 10 Jumadil Awal 1448 H
Jadwal memuat...
Ketua IsDF MUI Tegaskan Solidaritas Palestina Harus Diwujudkan Melalui Aksi Nyata Berkelanjutan
Ketua Islamic Dakwah Fund (IsDF) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Trisna Ningsih Yuliati, Forum Perempuan bertajuk “Dari Ibu Indonesia untuk Ibu Palestina: Lukamu Berdenyut di Jantung Kami” yang berlangsung di Aula Buya Hamka, Kantor MUI Pusat, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (21/10/2026). Foto: MUI Digital/Sadam
Berita

Ketua IsDF MUI Tegaskan Solidaritas Palestina Harus Diwujudkan Melalui Aksi Nyata Berkelanjutan

Ketua IsDF MUI Tegaskan Solidaritas Palestina Harus Diwujudkan Melalui Aksi Nyata Berkelanjutan

/ 10 Jumadil Awal 1448 H 2 menit baca 103 dibaca

Jakarta, MUI Digital — Ketua Islamic Dakwah Fund (IsDF) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Trisna Ningsih Yuliati, menyatakan bahwa solidaritas terhadap masyarakat Palestina tidak boleh berhenti pada rasa prihatin semata, melainkan harus diubah menjadi kekuatan dan aksi nyata yang berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan dalam Forum Perempuan bertajuk “Dari Ibu Indonesia untuk Ibu Palestina: Lukamu Berdenyut di Jantung Kami” yang berlangsung di Aula Buya Hamka, Kantor MUI Pusat, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (21/10/2026). Acara ini diselenggarakan oleh IsDF MUI bekerja sama dengan Komisi Perempuan, Remaja, dan Keluarga (KPRK) MUI.

​“Islamic Dakwah Fund bekerja sama dengan Komisi Perempuan, Remaja, dan Keluarga membawa satu pesan penting: solidaritas tidak boleh berhenti pada rasa prihatin. Solidaritas harus kita ubah menjadi kekuatan dan tindakan nyata,” tegas Trisna.

Trisna menyoroti perjuangan berat yang dihadapi warga Palestina, khususnya kaum perempuan dan anak-anak. Menurutnya, perempuan Palestina tidak hanya bertahan di tengah krisis kemanusiaan, tetapi juga menjalankan peran vital sebagai pendidik, penggerak kemanusiaan, penjaga keluarga, serta benteng harapan bagi generasi penerus.

Oleh karena itu, gerakan solidaritas lintas organisasi perempuan perlu terus dibangun untuk mendukung ketangguhan, martabat, dan masa depan mereka. Trisna mendorong pentingnya mengoneksikan berbagai potensi yang ada, mulai dari organisasi perempuan, lembaga filantropi, lembaga zakat, hingga jejaring internasional.

Menurutnya, tantangan terbesar saat ini adalah menyatukan seluruh kekuatan tersebut agar bergerak dalam satu tujuan yang terintegrasi.

“Gerakan yang kuat bukanlah gerakan yang dikerjakan oleh satu lembaga, melainkan gerakan yang mampu menyatukan banyak pihak dalam satu tujuan. Kita membutuhkan kemitraan, kepercayaan, dan komitmen bersama,” ungkapnya.

Forum ini diharapkan tidak berhenti sekadar menjadi ruang diskusi atau seremonial belaka. Trisna berharap pasca acara lahir jejaring yang solid, kejelasan pembagian peran, serta program aksi yang dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat Palestina secara transparan dan akuntabel.

​“Jangan sampai setelah forum ini selesai, yang tertinggal hanya dokumentasi kegiatan. Biarlah yang tertinggal adalah jejaring yang semakin kuat, komitmen yang semakin nyata, dan aksi kemanusiaan yang benar-benar dirasakan manfaatnya,” ujarnya.

Hadir dalam acara ini, antara lain Sekretaris Jenderal MUI Buya Amirsyah Tambunan, Ketua MUI Bidang PRK Dr Siti Ma’rifah dan Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Prof Sudarnoto Abdul Hakim.

Google Ads
BAGIKAN:
Google Ads