Lewati ke konten utama
Senin, 6 Juli 2026 / 20 Muharam 1448 H
Jadwal memuat...
Berita

Jamaah Haji akan Dapat Jatah 15 Kali Makan Selama Fase Armuzna

3 menit baca 6.789 dibaca
Jaenal Effendi
Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji Jaenal Effendi seusai rapat bersama para penyedia layanan konsumsi di Makkah, Jumat (15/5/2026) malam. Foto: MCH
Bagikan:

Laporan MUI Digital, langsung dari Makkah, Arab Saudi 

Makkah, MUI Digital — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan makanan siap santap atau ready to eat (RTE) untuk jamaah haji Indonesia selama puncak ibadah haji telah tersedia. Selama fase Armuzna, jamaah akan menerima 15 porsi makanan bercita rasa nusantara.

Kepastian tersebut disampaikan Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji Jaenal Effendi seusai rapat bersama para penyedia layanan konsumsi di Makkah, Jumat (15/5/2026) malam.

Rapat tersebut membahas kesiapan distribusi makanan ready to eat (RTE) bagi jamaah haji Indonesia selama puncak haji di Arab Saudi.

Jaenal menjelaskan, dapur-dapur penyedia konsumsi di Makkah akan memasok makanan pada 7, 8, dan 13 Dzulhijjah 1447 H atau bertepatan dengan 24, 25, dan 30 Mei 2026.

Menurutnya, Kemenhaj terus melakukan pengecekan rutin untuk memastikan distribusi makanan siap santap berjalan lancar dan dapat dikirim ke seluruh hotel jamaah Indonesia pada 6 Dzulhijjah 1447 H atau 23 Mei 2026.

“Dari dapur, paket makanan siap santap akan didistribusikan ke seluruh hotel yang ada. Mudah-mudahan ini bisa berjalan dengan baik, sehingga jamaah kita bisa tenang dalam melakukan ibadah,” ujar Jaenal kepada Tim Media Center Haji di Makkah.

Baca juga: MUI Minta Kemenhaj Revisi Surat Edaran, Jelaskan Alasan Dam Wajib Disembelih di Tanah Haram dan Konsekuensinya


Rangkaian puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) akan dimulai pada 8 Dzulhijjah 1447 H atau Senin, 25 Mei 2026, saat jamaah bergerak dari Makkah menuju Arafah untuk menjalani wukuf.

Mulai 8 Dzulhijjah siang hingga 13 Dzulhijjah pagi, konsumsi jamaah selama berada di Arafah hingga Mina akan disediakan oleh syarikah atau perusahaan layanan haji Arab Saudi, yakni Rakeen Mashariq dan Albait Guest.

Setelah jamaah kembali ke hotel di Makkah, layanan konsumsi kembali ditangani dapur-dapur penyedia makanan di Makkah.

Baca juga: Komisi VIII DPR: Pandangan MUI Terkait Dam Haji Harus Dihormati sebagai Otoritas Keagamaan

“Ini sudah selesai, sudah siap untuk didistribusikan,” katanya.

Jaenal juga mengungkapkan sejumlah menu yang akan disajikan kepada jamaah. Menu makanan dipastikan bercita rasa khas Indonesia untuk mengobati kerinduan jamaah terhadap masakan Tanah Air selama menjalankan ibadah haji.

“Menunya tentu cita rasa Indonesia. Ada rendang, ada telur, dan macam-macam,” ujarnya.

Ia menambahkan, cita rasa nusantara menjadi salah satu perhatian utama Kemenhaj dalam penyediaan konsumsi jamaah haji sejak awal kedatangan di Arab Saudi.

Baca juga: Berikut 32 Nama Musyrif Diny Penyelenggaraan Ibadah Haji 2026

Melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Kemenhaj juga melakukan pengawasan terhadap kualitas bahan baku serta melibatkan juru masak asal Indonesia di dapur-dapur penyedia konsumsi.



“Sampai hari ini, tiga poin utama sudah dipenuhi, yakni cita rasa Indonesia bagus, gramasi bagus, dan pengiriman tepat waktu ke hotel-hotel jamaah haji,” kata Jaenal.

Ia memastikan Kemenhaj akan terus melakukan evaluasi dan pemantauan langsung ke dapur-dapur penyedia konsumsi sebagai bagian dari pengawasan layanan kepada jamaah.

“Karena ini tahun pertama penyelenggaraan ibadah haji oleh Kemenhaj, mohon agar solid,” ujarnya.