Israel Dilaporkan Maju hingga Pinggiran Nabatieh, Ketegangan di Lebanon Selatan Semakin Meningkat
Fitri Aulia Lestari
Penulis
ADMINISTRATOR
Editor
Jakarta, MUI Digital – Pasukan Israel dilaporkan bergerak melampaui Sungai Litani dan mencapai wilayah sekitar Nabatieh, salah satu kota terbesar dan terpenting di Lebanon selatan. Perkembangan ini menandai meningkatnya ketegangan di kawasan yang hingga kini masih dilanda konflik bersenjata.
Dikutip MUI Digital dari Aljazeera pada Senin (1/5/2026), sumber militer Lebanon menyebut pasukan Israel telah menyeberangi Sungai Litani, yang selama ini menjadi salah satu titik strategis dalam konflik di wilayah tersebut. Perkembangan ini disebut sebagai kemajuan pasukan Israel yang paling jauh ke utara sejak konflik 2006.
Nabatieh memiliki posisi penting bagi Lebanon selatan, baik dari sisi ekonomi maupun sosial budaya. Kota tersebut juga dikenal sebagai salah satu wilayah yang memiliki nilai simbolis dalam sejarah perlawanan masyarakat Lebanon terhadap berbagai konflik yang terjadi di kawasan.
Baca juga: Apa yang Diajarkan Gaza kepada Dunia?
Di tengah perkembangan tersebut, militer Lebanon melaporkan dua personelnya mengalami luka serius akibat serangan pesawat nirawak Israel di dekat Nabatieh.
Sementara itu, Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) melaporkan sedikitnya satu petugas medis meninggal dunia dan empat lainnya mengalami luka-luka dalam serangan pesawat nirawak yang menargetkan wilayah Jebchit di Lebanon selatan.
Serangan tersebut juga dilaporkan menyebabkan kerusakan pada sebuah fasilitas kesehatan setempat. Namun, seluruh tenaga medis dan ambulans yang berada di lokasi dilaporkan selamat.
Selain itu, serangan udara dan tembakan artileri dilaporkan menghantam area di sekitar Kastil Beaufort, salah satu situs bersejarah yang berada sekitar 15 kilometer dari perbatasan Israel.
Di sisi lain, Hizbullah mengklaim telah meluncurkan sejumlah serangan balasan ke wilayah Israel utara, termasuk ke kawasan Kiryat Shmona dan beberapa fasilitas militer Israel. Klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Baca juga: Pengakuan Eks Tentara Israel Bongkar Perilaku Keji Mereka di Gaza
Seiring meningkatnya operasi militer, pihak Israel juga mengeluarkan peringatan evakuasi kepada warga di sejumlah desa di Lebanon selatan.
Kondisi ini memperburuk situasi kemanusiaan yang telah berlangsung selama berbulan-bulan, dengan banyak warga terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka untuk mencari lokasi yang lebih aman.
Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam mengecam peningkatan operasi militer yang terjadi di wilayah selatan negaranya dan menyerukan penghentian segera berbagai tindakan yang berpotensi memperluas konflik. Ia juga menegaskan pentingnya penyelesaian sengketa melalui jalur diplomasi dan negosiasi.
Sementara itu, Presiden Lebanon Joseph Aoun dilaporkan melakukan komunikasi dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio guna membahas perkembangan situasi dan pentingnya penghormatan terhadap kesepakatan gencatan senjata yang telah ada.
Di tengah upaya diplomasi yang masih berlangsung, para pejabat Lebanon dan Israel dijadwalkan melanjutkan pembahasan yang dimediasi Amerika Serikat guna mencari jalan keluar bagi konflik yang terus menimbulkan korban jiwa dan dampak kemanusiaan di kawasan.
Berbagai pihak internasional terus mendorong penghentian kekerasan serta penyelesaian konflik melalui dialog dan diplomasi guna menjaga perdamaian, melindungi warga sipil, dan menciptakan stabilitas yang berkelanjutan di kawasan Timur Tengah.