Lewati ke konten utama
Minggu, 18 Oktober 2026 / 7 Jumadil Awal 1448 H
Jadwal memuat...
Prof Asrorun Ni'am
Ibunda Ketua MUI Bidang Fatwa, Prof KH Asrorun Ni'am. Foto: Istimewa
Berita

Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rajiun, Ibunda Prof KH Asrorun Niam Sholeh, Hj Hamidiyah Tutup Usia

Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rajiun, Ibunda Prof KH Asrorun Niam Sholeh, Hj Hamidiyah Tutup Usia

/ 6 Jumadil Awal 1448 H 3 menit baca 63 dibaca

Jakarta, MUI Digital-Kabar duka menyelimuti keluarga besar ulama dan tokoh nasional. Ibunda dari Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Bidang Fatwa sekaligus Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof KH Asrorun Ni'am Sholeh,  yakni Hj Hamdiyah binti KH Mahfudh, berpulang ke Rahmatullah pada Sabtu (17/10/2026) sekitar pukul 15.30 WIB.

Kabar duka tersebut disampaikan langsung oleh Prof Niam melalui pesan tertulisnya kepada MUI Digital. 

​"Mohon doanya…. Ibunda saya, Hj Hamdiyah Binti KH Mahfudh kapundut, sore hari ini, Sabtu 17/10/2026 sekira jam 15.30," tulis Prof Ni'am dalam pesannya tersebut. 

Jenazah almarhumah disemayamkan di rumah duka, Lembaga Pendidikan Anni’mah Karangtengah, Garu, Nganjuk, Jawa Timur. Selanjutnya, almarhumah akan dimakamkan di pemakaman keluarga di Pondok Pesantren Darul Muta'allimin, Sugihwaras, Patianrowo, Nganjuk, Jawa Timur. 

Dalam kabar duka tersebut, Prof Niam memohon doa dari kerabat, sahabat, serta seluruh masyarakat agar almarhumah ibundanya mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.

​"Mohon doanya agar almarhumah diampuni dosanya, dilipatgandakan pahala kebaikannya, dilapangkan kuburnya, dan dijadikan ahlil jannah. Jika ada kesalahannya, mohon dimaafkan. Alfaqir Asrorun Niam Sholeh," tuturnya.

Kepergian Hj Hamdiyah meninggalkan duka mendalam, sekaligus kenangan akan kuatnya hubungan ibu dan anak yang penuh keberkahan.

Sepanjang perjalanan hidup dan karier akademis serta keumatannya, Prof Niam dikenal sebagai sosok ulama dan akademisi yang sangat patuh, berbakti, serta memegang teguh nasehat sang ibunda.

Prof Niam tumbuh dan menempuh pendidikan dasar hingga menengah di lingkungan tradisi keagamaan keluarga.

Keberhasilannya meraih gelar Profesor hingga memegang berbagai amanah strategis bangsa, mulai dari Katib Syuriah PBNU, Rais Syuriah PBNU, Ketua MUI Bidang Fatwa, Mantan Ketua KPAI, hingga Deputi di Kemenpora ini tak lepas dari doa dan pegangan petuah sang ibu.

Salah satu nasehat ibunda tercinta yang paling berkesan dan selalu menuntun perjalanan hidup Prof Niam adalah dorongan untuk menuntut ilmu serta menjaga nilai-nilai kebaikan:



​"Ror, sinau sing paton. Ning endi ae pokoke golek ilmu, ibu mesti ndongakne keslametanmu. Siji maneh, ojo merokok. Yen awakmu merokok, anget tak sangoni, ati gak tak dongakno (Nak, belajarlah yang rajin. Di mana saja pokoknya mencari ilmu, ibu pasti mendoakan keselamatanmu. Satu lagi, jangan merokok. Kalau kamu merokok, uang saku tetap kuberi, tapi hati tidak kudoaka)," pesan mendalam dari almarhumah Hj Hamdiyah semasa hidupnya yang selalu dipegang teguh oleh Prof Niam.

Bakti Prof Ni'am terhadap sang ibu tercermin dari konsistensinya menjaga amanah nasehat tersebut hingga berhasil menjadi tokoh yang memberikan banyak kontribusi bagi umat,  bangsa dan negara. 

Semoga almarhumah Hj Hamdiyah binti KH Mahfudh diampuni segala khilafnya, diterima seluruh amal ibadahnya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan. Lahall Fatihah.

Google Ads
BAGIKAN:
Google Ads