Lewati ke konten utama
Selasa, 30 Juni 2026 / 14 Muharam 1448 H
Jadwal memuat...
Berita

FSDS MUI Lampung Siapkan Penguatan Dakwah hingga Pembinaan Warga Binaan

3 menit baca 538 dibaca
FSDS
Forum Silaturahim Dai Standardisasi FSDS MUI Lampung beraudiensi dengan Ketum MUI Lampung, Prof KH Moh Mukri
Bagikan:

Bandar Lampung, MUI Digital – Forum Silaturahim Dai Standardisasi (FSDS) MUI melakukan audiensi dan silaturahim dengan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Lampung, Prof KH Moh Mukri, pada Senin (8/6/2026).

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara FSDS MUI Lampung dengan MUI Provinsi Lampung, sekaligus membahas berbagai rencana program dakwah yang akan dikolaborasikan dengan lembaga pemerintah maupun non-pemerintah di Provinsi Lampung.

Dalam audiensi tersebut, FSDS MUI Lampung juga menyampaikan sejumlah agenda dakwah yang akan segera dilaksanakan. 

Salah satu program terdekat adalah silaturahmi dan kunjungan dakwah ke lembaga pemasyarakatan di Provinsi Lampung sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan pembinaan keagamaan. 

Program ini diharapkan menjadi sarana penguatan spiritual dan pendampingan keagamaan bagi warga binaan, sekaligus mempertegas peran dakwah yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Prof Mukri menyampaikan apresiasi atas terbentuknya FSDS MUI Lampung yang beranggotakan para dai yang telah distandardisasi oleh Komisi Dakwah MUI.

Dia menyambut baik kehadiran para dai serta menyatakan dukungannya terhadap berbagai program dakwah yang digagas oleh forum tersebut.

Baca juga: Kemenag Dukung Desakan MUI Soal Regulasi Tegas Jerat Pelaku LGBT

“Kehadiran para dai harus membawa manfaat yang nyata bagi masyarakat. Dakwah bukan sekadar menyampaikan ilmu, melainkan juga menghadirkan kemaslahatan dan solusi bagi umat,” pesan Prof Mukri.

Dalam arahannya, Ketua MUI Lampung menjelaskan pentingnya memahami tingkatan keyakinan dalam Islam, yaitu ilmu yaqin, ainul yaqin, dan haqqul yaqin. 

Menurutnya, seorang dai tidak cukup hanya mengetahui kebenaran secara teoritis, tetapi juga harus mampu menghadirkan keyakinan yang kuat melalui pengalaman dan penghayatan dalam kehidupan.

Prof Mukri juga mengingatkan pentingnya menjadikan prinsip “khoirunnas anfa'uhum linnas” (sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya) sebagai landasan perjuangan dakwah. 

Menurutnya, sekecil apa pun peran seseorang, tetap memiliki nilai selama memberikan manfaat bagi sesama.

Baca juga: Forum Pemimpin Dunia di Kuala Lumpur, Waketum MUI Ingatkan Jaga Pemuda dari Penyimpangan LGBT

Selain itu, beliau mengajak para da'i untuk senantiasa belajar bersikap sumeleh atau berserah diri kepada Allah SWT setelah berikhtiar secara maksimal. Nilai tersebut, menurutnya, selaras dengan firman Allah SWT dalam Surah Al-Insyirah ayat 7-8:

Dalam pesannya, Prof Mukri juga mengingatkan bahwa tidak semua usaha dan program yang dilakukan akan mendapatkan penerimaan dari semua pihak. 

Namun demikian, hal tersebut tidak boleh menyurutkan semangat dalam berdakwah dan berkhidmah kepada masyarakat.

“Teruskan dakwah dan pengabdian kepada masyarakat dengan penuh keikhlasan,” ujar dia. 

Baca juga: MUI Desak Adanya Hukuman Tegas Bagi Pelaku dan Pengkampanye LGBT

Dia menyebut, tujuan dakwah adalah mengingatkan manusia agar semakin dekat kepada Allah SWT. Bangsa Indonesia juga tidak bisa dilepaskan dari peran besar para ulama dalam perjuangan kemerdekaan dan pembangunan bangsa,” ujarnya.

Audiensi tersebut diharapkan menjadi langkah awal penguatan kolaborasi antara FSDS MUI Lampung dengan MUI Provinsi Lampung dalam mengembangkan program-program dakwah yang mencerahkan, memberdayakan, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat Lampung.

Melalui sinergi yang semakin erat, FSDS MUI Lampung berkomitmen untuk terus mengembangkan gerakan dakwah yang berlandaskan ilmu, hikmah, moderasi, dan pengabdian kepada umat, bangsa, dan negara. (MUI Lampung)