Berita
Dituding Munafik soal Anggaran 2027, Anwar Ibrahim: Hati Saya Mendidih, tetapi Saya Bersabar
Dituding Munafik soal Anggaran 2027, Anwar Ibrahim: Hati Saya Mendidih, tetapi Saya Bersabar
/
22 Jumadil Awal 1448 H
3 menit baca
60 dibaca
Latifahtul Jannah
Penulis
Muhammad Fakhruddin
Editor
Admin
Admin / Pengunggah
Jakarta, MUI Digital — Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menanggapi tudingan "munafik" yang dialamatkan kepadanya dalam perdebatan Anggaran 2027. Alih-alih membalas, ia memilih bersabar dan mengingatkan bahwa persoalan umat yang lebih mendasar terletak pada kurangnya keteladanan akhlak di kalangan mereka yang mengaku beragama Islam.
Hal itu disampaikan Anwar dalam program Majlis Ilmu MADANI di Kompleks Seri Perdana, Putrajaya, Malaysia, Rabu (28/10/2026). Acara tersebut menghadirkan pendakwah asal Indonesia, Ustaz Dr. Abdul Somad Batubara, sebagai pembicara tamu.
Dilansir MUI Digital dari laman Bernama, Jumat (30/10/2026), Anwar mengakui sempat tersulut emosi atas tudingan tersebut. Namun, ia menahan diri dan menyebut persoalan itu sebagai masalah yang bersifat sistemik.
"Ketika hal itu diperdebatkan di parlemen, dia menyebut pemimpinnya munafik dan anggarannya munafik. Kalau saya bertanya kepada Ustaz Abdul Somad, beliau pasti akan berkata, 'Sabar, Pak.' Hati saya mendidih, tetapi saya bersabar dan tidak membalas," ujar Anwar.
Baca juga: Tokoh Ekonomi Islam Malaysia Optimistis Zakat dan Wakaf Indonesia Jadi Acuan Negara Islam
Menurutnya, tudingan tersebut hanyalah gejala dari persoalan yang lebih besar dalam tubuh umat.
"Saya hanya ingin mengatakan bahwa ini sekadar gejala dari masalah yang sebenarnya, yaitu mereka yang mengaku beragama Islam tidak membantu atau memberi teladan yang baik dalam hal akhlak, sikap pribadi, moderasi, dan toleransi," katanya.
Tudingan itu dilontarkan anggota parlemen dari Perikatan Nasional, Datuk Seri Takiyuddin Hassan, dalam perdebatan anggaran di Dewan Rakyat. Ketua Dewan Rakyat, Tan Sri Johari Abdul, kemudian memerintahkan Takiyuddin untuk menarik kembali kata "munafik" yang ia gunakan.
Anwar yang juga menjabat Menteri Keuangan Malaysia menegaskan bahwa Anggaran 2027 justru disusun untuk terus memajukan Islam, antara lain melalui langkah khusus memperkuat sekolah pondok di seluruh negeri. Pemerintah, kata dia, telah meminta pandangan para ulama dan guru agama agar kebutuhan pengembangan Islam mendapat perhatian yang semestinya.
"Ketika menyusun Anggaran 2027, kami bertanya apa lagi yang bisa dilakukan untuk Islam dan apa lagi yang bisa ditambahkan. Dulu kita mengabaikan pondok dan pesantren, tetapi sekarang kita membangunnya kembali," tuturnya.
"Dulu kita meminggirkan para syekh, guru agama, dan tuan guru, tetapi sekarang kita mengundang mereka dan meminta pandangan mereka," lanjutnya.
Dalam kesempatan itu, Anwar juga menyampaikan apresiasi kepada Ustaz Abdul Somad atas ilmu yang dibagikan. Ia menyebut nasihat sang pendakwah selalu dipertimbangkan secara serius dalam upaya menjadikan Malaysia negara yang lebih baik.
"Ustaz Abdul Somad kini menjadi tokoh terkemuka, tetapi juga kontroversial dalam beberapa hal karena berani melontarkan kritik yang terkadang tajam," ucapnya.
"Kritiknya sampai kepada semua yang berkuasa, termasuk di Malaysia. Namun, berdasarkan pengalaman kami dalam urusan tata kelola dan prosedur, kami menyambut kritik semacam itu dan berusaha melakukan perbaikan," pungkasnya.