Lewati ke konten utama
Jumat, 24 Juli 2026 / 9 Shafar 1448 H
Jadwal memuat...
Berita

Di Hadapan Para Tokoh Nasional, Ketum MUI Dorong Lahirnya Danantara Syariah Indonesia untuk Perkuat Ekonomi Umat

3 menit baca 228 dibaca
Ketum MUI Dorong Lahirnya Danantara Syariah Indonesia untuk Perkuat Ekonomi Umat
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Anwar Iskandar, menyampaikan sambutannya pada pembukaan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (24/7/2026). Foto: MUI Digital/Latifahtul Jannah
Bagikan:

Jakarta, MUI Digital — Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Anwar Iskandar, mendorong lahirnya gagasan Danantara Syariah Indonesia sebagai upaya mengoptimalkan potensi ekonomi syariah agar menjadi kekuatan dalam meningkatkan harkat dan martabat ekonomi umat.

Gagasan tersebut disampaikan Kiai Anwar dalam sambutannya pada pembukaan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (24/7/2026).

Menurut Kiai Anwar, sebagai negara dengan penduduk mayoritas Muslim, Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi syariah. Namun, implementasi dan perkembangan ekonomi syariah saat ini dinilai masih belum sesuai dengan yang diharapkan.

“Sebagai negara yang mayoritas Muslim, tetapi pelaksanaan dari ekonomi syariah ini belum seperti yang kita harapkan. Bahkan ada konsep dari kami untuk lahirnya sebuah Danantara Syariah Indonesia,” ujar Kiai Anwar.

Harapannya, gagasan tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak, khususnya pemerintah, sehingga pengembangan ekonomi syariah di Indonesia dapat dikelola secara lebih optimal dan terkoordinasi.

“Mohon dukungan dari semua pihak, terutama dari pihak pemerintah, dalam rangka mengoptimalkan ekonomi syariah, terkoordinir dengan sebaik-baiknya,” katanya.

Baca juga: Ketum MUI Dorong KUII VIII Keluarkan Rekomendasi Tegas Tolak Praktik LGBT

Kiai Anwar menekankan, penguatan ekonomi syariah tidak hanya berkaitan dengan pengembangan sistem ekonomi berbasis prinsip syariah, tetapi juga harus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan umat.

Menurutnya, potensi besar ekonomi syariah perlu dikonsolidasikan sehingga dapat menjadi salah satu kekuatan ekonomi nasional sekaligus memperkuat posisi ekonomi umat Islam Indonesia.

“Agar menjadi bagian dari kekuatan untuk mengangkat harkat dan martabat ekonomi umat di Negara Republik Indonesia,” tegasnya.

Melalui momentum KUII VIII, gagasan penguatan ekonomi syariah tersebut diharapkan menjadi salah satu perhatian dalam merumuskan arah strategis umat Islam Indonesia ke depan.

Pembukaan KUII VIII turut dihadiri Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, dan Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung.

Hadir pula Kepala BRIN Prof Arif Satria, Ketua LPS Anggito Abimanyu, Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Ahmad Doli Kurnia, Kepala Badan Pelaksana BPKH Fadlul Imansyah, serta Ketua Baznas Sodik Mudjahid.

Dari jajaran ulama dan pimpinan MUI, hadir Sekretaris Dewan Pertimbangan MUI KH Zainut Tauhid Sa’adi, Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar, serta Wakil Ketua Umum MUI KH M Cholil Nafis.

Forum ini juga dihadiri sejumlah duta besar negara sahabat, di antaranya Duta Besar Yaman Salem Ahmad Abdulrahman Balfakeeh, Duta Besar Arab Saudi Faisal Abdullah H Amodi, Duta Besar Iran Mohammad Boroujerdi, Duta Besar Palestina Abdulfattah A.K. Al-Sattari, Duta Besar Malaysia Dato Syed Mohammad Hasrin Tengku Hussin, serta Duta Besar Qatar Sultan bin Mubarak Saad Al-Dosari.