Lewati ke konten utama
Minggu, 4 Oktober 2026 / 22 Rabiul Akhir 1448 H
Jadwal memuat...
Bendera Arab Saudi
Bendera Arab Saudi - 3D Illustration - Photo by Akhilesh Sharma on Unsplash
Berita

Arab Saudi Sebut Houthi Tiga Kali Targetkan Makkah dan Madinah

Arab Saudi Sebut Houthi Tiga Kali Targetkan Makkah dan Madinah

/ 22 Rabiul Akhir 1448 H 2 menit baca 130 dibaca

Jakarta, MUI Digital — Arab Saudi menyebut kelompok Houthi telah tiga kali berupaya menargetkan wilayah yang berkaitan dengan dua kota suci Islam, Makkah dan Madinah, dalam kurun waktu sembilan tahun.

Dua insiden terbaru disebut terjadi pada September 2026, sementara tuduhan serupa sebelumnya juga terjadi pada 2017.

Tuduhan terbaru muncul setelah koalisi pimpinan Saudi menuding Houthi menyerang fasilitas distribusi listrik Taibah di Madinah. 

Fasilitas tersebut disebut memasok listrik ke Masjid Nabawi. Meskipun belakangan, Houthi membantah tuduhan bahwa kelompoknya menargetkan situs-situs suci Islam.

Rangkaian tuduhan tersebut membuat isu perlindungan Makkah dan Madinah kembali menjadi perhatian. 

Sejumlah negara dan organisasi Arab-Muslim juga menyampaikan kecaman terhadap setiap dugaan serangan yang menyasar atau berpotensi mengancam kawasan tempat suci tersebut.

Imam Masjid Nabawi, Abdul Mohsen al-Qasim secara terbuka menyampaikan kecaman dalam khutbah Jumatnya. Ia menyebut upaya menyerang Makkah dan Madinah sebagai tindakan yang memiliki konsekuensi serius secara keagamaan.

“Menyerang Makkah dan Madinah adalah pelanggaran berat di hadapan Tuhan,” kata Abdul Mohsen al-Qasim sebagaimana laporan Hussien Elkabany dan Lina Altawell pada media Anadolu, dikutip Ahad (4/10/2026). 

Menurut laporan yang dirangkum Anadolu, salah satu tuduhan sebelumnya terjadi pada 27 Juli 2017. Saat itu, koalisi pimpinan Saudi mengumumkan telah mencegat dan menghancurkan sebuah rudal balistik yang disebut diluncurkan Houthi menuju Makkah.

Rudal tersebut dicegat di atas wilayah Provinsi Taif, sekitar 69 kilometer dari kota suci. Saudi menyatakan tidak terjadi kerusakan akibat insiden tersebut.

Kementerian Luar Negeri Arab Saudi kala itu menuduh Houthi telah melanggar kesucian Makkah dan menyebut tindakan tersebut sebagai upaya untuk mengganggu musim haji.

“Upaya putus asa untuk mengganggu musim haji,” demikian tuduhan Kementerian Luar Negeri Arab Saudi terhadap tindakan yang dikaitkan dengan Houthi.

Dugaan upaya penargetan Makkah dan Madinah ternyata memicu kecaman dari sejumlah negara dan organisasi di dunia Arab dan Muslim.

Menurut ulasan Anadolu, kecaman disampaikan antara lain oleh Turki, Qatar, Mesir, Yaman, Yordania, Maroko, Palestina, Suriah, Bahrain, Kuwait, Lebanon, Libya, Sudan, Uni Emirat Arab, dan Somalia.

Sejumlah organisasi regional dan internasional seperti Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), Liga Arab, dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) juga mengeluarkan pernyataan mengenai persoalan tersebut.

BAGIKAN: