HIKMAH HALAQAH: Iman Menjadi Landasan, Amal Saleh Menjadi Wujudnya
HIKMAH HALAQAH: Iman Menjadi Landasan, Amal Saleh Menjadi Wujudnya
Prof. Dr. KH. Muh Galib, MA (Waketum MUI Sulsel)
MAKASSAR — Iman merupakan dasar utama dalam kehidupan seorang Muslim. Namun, iman tidak cukup hanya diyakini dalam hati. Keimanan harus diwujudkan dalam kehidupan melalui perbuatan yang baik atau amal saleh.
Prof. Dr. KH. Muh Galib, MA, menjelaskan bahwa iman dan amal saleh merupakan dua hal yang harus berjalan beriringan. Iman menjadi landasan, sementara amal saleh menjadi bentuk nyata dari keimanan seseorang.
“Iman adalah hal yang satu, yang pertama. Yang kedua, bahwa dia itu saleh, dan melakukan perbuatan-perbuatan yang saleh, atau amal saleh,” ujar Prof. Galib.
Menurutnya, sebuah pekerjaan tidak serta-merta dapat disebut sebagai amal saleh hanya karena bentuknya terlihat baik. Ada landasan yang harus menyertai pekerjaan tersebut, yaitu dilakukan karena Allah SWT dan untuk mencari ridha-Nya.
“Nah, pekerjaan itu sebenarnya baru bisa diberi label saleh kalau dilakukan atas nama Allah dan untuk mencari ridha-Nya,” jelasnya.
Karena itu, setiap aktivitas manusia semestinya tetap memiliki keterkaitan dengan Allah SWT. Pekerjaan sehari-hari, aktivitas sosial, maupun kegiatan lainnya dapat bernilai ibadah apabila dilakukan dengan niat yang benar.
Prof. Galib menekankan pentingnya niat dalam setiap perbuatan. Niat menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari amal karena menunjukkan tujuan seseorang ketika melakukan suatu pekerjaan.
“Tidak ada pekerjaan yang kita lakukan yang tidak mengaitkan dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karenanya, setiap perbuatan kita selalu harus ada niat,” katanya.
Menurutnya, seorang Muslim tidak semestinya memisahkan urusan kehidupan dari nilai-nilai keimanan. Setiap pekerjaan dapat diarahkan menjadi amal yang bernilai di sisi Allah SWT apabila dilandasi keikhlasan dan tujuan yang benar.
Dengan demikian, amal saleh bukan hanya persoalan apa yang dilakukan seseorang, tetapi juga menyangkut dasar dan tujuan dari perbuatan tersebut.
Iman memberikan arah, sedangkan amal menjadi bukti nyata dalam kehidupan. Keduanya menjadi bagian penting agar aktivitas manusia tidak sekadar menghasilkan manfaat duniawi, tetapi juga memiliki nilai pengabdian kepada Allah SWT.
Selengkapnya, simak video di bawah ini.
*Irfan Suba Raya*