Lewati ke konten utama
Minggu, 20 September 2026 / 8 Rabiul Akhir 1448 H
Jadwal memuat...
HIKMAH HALAQAH: Tahajud Minimal Dua Rakaat, Maksimal Tak Terbatas
Sulawesi Selatan

HIKMAH HALAQAH: Tahajud Minimal Dua Rakaat, Maksimal Tak Terbatas

HIKMAH HALAQAH: Tahajud Minimal Dua Rakaat, Maksimal Tak Terbatas

/ 8 Rabiul Akhir 1448 H 2 menit baca
Dr. KH. Syamsu Alam Usman, M.Ag. (Komisi Dakwah MUI Sulsel)

MAKASSAR — Salat tahajud atau qiyamul lail merupakan salah satu ibadah sunnah yang dilaksanakan pada malam hari. Dalam pelaksanaannya, terdapat ketentuan mengenai jumlah rakaat serta waktu yang menjadi bagian penting untuk dipahami umat Islam.

Dr. KH. Syamsu Alam Usman, M.Ag., dari Komisi Dakwah MUI Sulsel, menjelaskan bahwa salat tahajud sekurang-kurangnya dilaksanakan sebanyak dua rakaat.

“Salat tahajud atau qiyamul lail itu sekurang-kurangnya adalah dua rakaat. Itu sekurang-kurangnya,” jelasnya dalam kajian Hikmah Halaqah.

Menurutnya, dua rakaat merupakan jumlah minimal yang dapat dikerjakan dalam salat tahajud. Sementara mengenai jumlah maksimalnya, tidak terdapat batas tertentu yang harus dipenuhi.

“Wa la hadda li-aktsarihā. Tidak ada batas sebanyak-banyaknya. Jadi itu tahajud minimal dua rakaat, maksimal tak terbatas,” ujarnya.

Dengan demikian, seseorang yang ingin melaksanakan tahajud tidak harus mengerjakan dalam jumlah rakaat yang banyak. Dua rakaat sudah menjadi batas minimal, sedangkan rakaat berikutnya dapat ditambah sesuai kemampuan.

Selain jumlah rakaat, Syamsu Alam menjelaskan bahwa tahajud memiliki ketentuan terkait waktu pelaksanaannya. Salat tersebut ditunaikan setelah seseorang bangun dari tidur.

“Ini ditunaikan ba’dal istiqāzhi minan naum. Ini ditunaikan setelah bangun dari tidur,” katanya.

Penjelasan tersebut menunjukkan bahwa tidur menjadi bagian yang berkaitan dengan pengertian tahajud. Seseorang tidur terlebih dahulu, kemudian bangun pada malam hari untuk melaksanakan salat.

Adapun waktu pelaksanaannya, tahajud dilakukan sebelum masuk waktu Subuh. “Wa qabla azalil fajri,” ungkapnya, yakni sebelum fajar atau sebelum masuknya waktu salat Subuh.

Karena itu, umat Islam dapat mengatur waktu istirahat agar memiliki kesempatan untuk bangun dan melaksanakan tahajud sebelum masuk waktu Subuh.

Pemahaman mengenai jumlah dan waktu tahajud ini diharapkan membuat umat Islam lebih mudah menjalankan ibadah malam. Tidak harus memaksakan jumlah rakaat yang banyak, tetapi dapat memulainya dengan dua rakaat.

Dengan demikian, tahajud dapat menjadi amalan rutin yang dilakukan sesuai kemampuan, dengan tetap menjaga keikhlasan dan kesungguhan dalam beribadah kepada Allah SWT.

Selengkapnya, simak video di bawah ini.

*Irfan Suba Raya*

BAGIKAN: