Lewati ke konten utama
Senin, 26 Oktober 2026 / 15 Jumadil Awal 1448 H
Jadwal memuat...
Muhammadiyah
Buya Anwar Abbas bersama delegasi di China. Foto: Istimewa
Opini

Tentang Yiwu Global Digital Trade Centre, Pusat Grosir Raksasa Dunia

Tentang Yiwu Global Digital Trade Centre, Pusat Grosir Raksasa Dunia

/ 15 Jumadil Awal 1448 H 4 menit baca 59 dibaca
Dr H Anwar Abbas, M.Ag

Oleh: Dr H Anwar Abbas, M.Ag

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI)/Pengamat Sosial Ekonomi dan Keagamaan

Admin Admin Editor: Admin

Jakarta, MUI Digital — Yiwu Global Digital Trade Centre (GDC) terletak di Kota Yiwu, Provinsi Zhejiang, China. Luasnya sekitar 1,25 juta meter persegi atau setara dengan 125 hektare.

Kompleks ini dirancang dengan konsep all-in-one yang menggabungkan lima zona utama dalam satu atap, mencakup pasar, gedung perkantoran, blok komersial, apartemen, dan pusat perdagangan digital (Digital Trade Hub). Zona pasarnya terletak di area seluas 410.000 meter persegi yang menampung lebih dari 3.700 hingga 5.000 kios pedagang inovatif.

Zona ini, selain berfungsi sebagai pusat perbelanjaan, juga merupakan tempat hiburan dan area ritel. Di zona gedung perkantoran, terdapat tempat operasi perusahaan logistik, agen pengadaan (sourcing agent), dan pelaku e-commerce. Untuk hunian, tersedia apartemen yang merupakan hunian terintegrasi bagi para pebisnis lokal maupun pembeli internasional.

Konsep pusat perdagangan raksasa ini menelan biaya sekitar 8,3 miliar yuan dan merupakan pusat perdagangan grosir modern dengan layanan digital. Pusat ini dikenal juga sebagai Pasar Generasi Keenam Yiwu atau Distrik 6, yang mengintegrasikan pasar fisik tradisional dengan transaksi tatap muka konvensional ke dalam ekosistem perdagangan berbasis teknologi digital yang cerdas, canggih, dan efisien.

Pusat perdagangan ini resmi dibuka oleh Pemerintah Yiwu pada 14 Oktober 2025 untuk menjawab permintaan para importir yang mengeluh karena harus datang ke China atau ke Yiwu jika membutuhkan barang. Yiwu, seperti diketahui, terkenal sebagai salah satu pusat perdagangan barang konsumsi dan sumber produk bagi importir, pedagang grosir, serta pelaku bisnis ekspor-impor dari berbagai negara.

Konsep pusat perdagangan digital ini menggabungkan kegiatan perdagangan fisik dengan teknologi digital sehingga pembeli dapat mencari pemasok, membandingkan produk, bernegosiasi, dan mengembangkan transaksi lintas negara dengan lebih efisien.

Beberapa hal yang membuat para pedagang Indonesia tertarik untuk berbelanja di Yiwu adalah ragam produknya yang sangat luas, mulai dari aksesori, peralatan rumah tangga, mainan, alat tulis, hadiah, dekorasi, hingga berbagai barang konsumsi.

Banyak pemasok melayani pembelian dalam jumlah besar dengan ketentuan minimum pemesanan yang berbeda-beda. Harga di pasar ini jauh lebih murah daripada harga di Indonesia. Bahkan, ada barang yang harganya separuh atau sepertiga dari harga di Jakarta.

Selain harganya yang menarik, hal lain yang juga menjadi daya tarik adalah cara kerjanya yang sangat praktis. Sistem ini sangat menguntungkan para pedagang yang ingin berbelanja karena calon pembeli cukup mendatangi satu kios dan memindai kode QR (QR code), lalu informasi terkait harga grosir, stok secara real-time, video pabrik, serta MOQ (minimum order quantity atau jumlah minimum pemesanan) langsung muncul di ponsel.

Selain itu, hal yang cukup menarik adalah tersedianya layar penerjemah berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk 80 bahasa bagi pembeli yang tidak bisa berbahasa Mandarin. Jika kita berbicara dalam bahasa Indonesia, perangkat tersebut akan menerjemahkan kata-kata kita ke dalam bahasa yang kita inginkan, misalnya bahasa Mandarin.

Di pasar ini, transaksi bisa berlangsung tanpa membawa uang tunai. Kita bisa menggunakan aplikasi YiwuPay. Jika terjadi transaksi, uang pembeli ditahan terlebih dahulu, lalu diteruskan kepada penjual setelah barang sampai dan selesai kita periksa. Dengan demikian, GDC benar-benar mampu menciptakan sistem perdagangan yang dirancang untuk mencegah penipuan.

Setelah itu, jika kita ingin pulang ke Indonesia, kita bisa memesan ulang melalui ponsel, melakukan panggilan video (video call) dengan pemilik kios, dan barang kemudian akan dikirim. Cara kerja dan contoh bertransaksi di pasar ini sangat sederhana.

Misalnya, seorang pedagang aksesori dari Ciputat datang ke GDC untuk mencari jepit rambut. Jika berbelanja di pasar lama, dia harus berkeliling ke 200 toko. Namun, di GDC, dia cukup mengetik “hair clip”, lalu di layar besar akan muncul 3.000 pemasok (supplier). Dia dapat menyaring hasil berdasarkan harga termurah, memilih MOQ 20 lusin, langsung mengobrol dengan pemasok, dan meminta sampel dikirim ke hotel pada malam itu juga.

Jadi, intinya, jika kita sudah datang ke GDC, kita tidak perlu datang berulang kali ke tempat tersebut. Kita cukup datang ke Yiwu sekali saja. Setelah itu, kita bisa melakukan pemesanan melalui sistem digital dan menggunakan alat pembayaran yang kita miliki.

Dengan demikian, Yiwu Global Digital Trade Centre (GDC) benar-benar menjanjikan kemudahan bagi para pembeli. Pembeli benar-benar diperlakukan seperti raja. Lalu, bagaimana halnya dengan yang ada di negeri kita, Indonesia? Jawabannya: tidak tahu.

Isi artikel tidak merepresentasikan suara redaksi serta merupakan opini sekaligus tanggungjawab penulis sepenuhnya.
Google Ads
BAGIKAN:
Google Ads