Lewati ke konten utama
Kamis, 24 September 2026 / 12 Rabiul Akhir 1448 H
Jadwal memuat...
KH M Cholil Nafis
Waketum MUI, KH M Cholil Nafis, seusai Tasbih JKN di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (23/9/2026). Acara tersebut diselenggarakan atas kerja sama antara BPJS Kesehatan dan MUI. Foto: Istimewa
Berita

Waketum MUI: Menjaga Kesehatan Merupakan Amanah dan Tanggung Jawab Sosial

Waketum MUI: Menjaga Kesehatan Merupakan Amanah dan Tanggung Jawab Sosial

/ 11 Rabiul Akhir 1448 H 2 menit baca 80 dibaca

Jakarta, MUI Digital— Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH M Cholil Nafis, menyatakan kesehatan dalam Islam bukan sekadar urusan pribadi, melainkan bagian dari amanah kepada Allah SWT serta bentuk tanggung jawab sosial kepada sesama.

Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan pada acara Tasbih JKN di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (23/9/2026). Acara tersebut diselenggarakan atas kerja sama antara BPJS Kesehatan dan MUI.

"Kesehatan dalam Islam bukan sekadar urusan pribadi, melainkan bagian dari amanah kepada Allah dan tanggung jawab sosial kepada sesama," ujar Kiai Cholil dalam keterangannya kepada MUI Digital.

Kiai Cholil mengingatkan pentingnya menjaga nikmat sehat sebelum datangnya sakit. Beliau mengutip hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari: “Ada dua nikmat yang banyak manusia tertipu dalam memanfaatkannya: kesehatan dan waktu luang.”

Menurutnya, Islam telah mengajarkan prinsip-prinsip preventif untuk menjaga kesehatan tubuh, seperti menerapkan pola hidup yang baik, mengonsumsi makanan yang halal dan thayyib (baik), menjaga kebersihan, menjaga keseimbangan hidup, serta menghindari segala hal yang membahayakan diri sendiri.

Lebih lanjut, Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah ini menjelaskan dari sudut pandang maqhāṣid al-syarī‘ah bahwa menjaga jiwa (ḥifẓ al-nafs) merupakan salah satu tujuan utama dari syariat Islam.

Oleh karena itu, berbagai langkah nyata, mulai dari upaya promotif, preventif, pengobatan, hingga pembiayaan kesehatan dan perlindungan terhadap masyarakat yang sedang sakit adalah bagian dari ikhtiar menjaga jiwa demi mewujudkan kemaslahatan bersama.

"Kesehatan adalah nikmat yang harus dijaga, sakit adalah ujian yang harus dihadapi dengan ikhtiar, dan membantu orang memperoleh pengobatan adalah bentuk nyata ta‘āwun (saling menolong) dan kemaslahatan," kata CEO Amanah Zakat ini. 

Usai menghadiri acara tersebut di Makassar, Kiai Cholil langsung kembali ke Jakarta untuk melanjutkan perjalanan ke Palembang guna mengisi pengajian di Pesantren Bahrul Ulum Banyuwasi, Sumatera Selatan.

BAGIKAN: