Lewati ke konten utama
Rabu, 8 Juli 2026 / 22 Muharam 1448 H
Jadwal memuat...
Berita

Rapat Pleno KPRK MUI Bahas Agenda Prioritas, Kongres Muslimah Jadi Fokus Utama

2 menit baca 830 dibaca
Kongres
Rapat Pleno KPRK MUI di Jakarta, Selasa (10/3/2026). Foto: Sadam/ MUI Digital
Bagikan:

Jakarta, MUI Digital— Komisi Perempuan, Remaja dan Keluarga (KPRK) MUI menggelar rapat pleno untuk membahas realisasi program yang sudah dirumuskan dan disahkan dalam forum Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) I MUI. 

Ketua KPRK MUI, Ariyana Wahidah, menjelaskan rapat pleno ini sifatnya teknis program, tidak lagi merumuskan program. Dia menekankan, pembahasan  ini juga sesuai dengan prinsip International Organization for Standardization (ISO).

"Apa yang sudah kita tulis, itu yang kita laksanakan. Apa yang kita laksanakan sesuai dengan apa yang kita tulis. Itu prinsip ISO," kata Ariyana di ruang rapat Masjid As-Sakinah Nusantara, Tebet, Jakarta Selatan (10/3/2026). 

Ariyana menerangkan, dalam prinsip ISO terdapat sebuah poin jika melaksanakan program kerja yang sesuai dengan apa yang direncanakan. Dia mengatakan rapat pleno sesuai dengan prinsip ISO harus dilaksanakan satu kali dalam satu bulan.

"Rapat pleno ini harus dilaksanakan untuk pimpinan dalam rapat sebulan sekali. Sekalian kita kolaborasikan dengan acara Ramadhan Berbagi, Doa untuk Kedamaian Dunia," lanjutnya.

Dalam rapat pleno ini, Komisi PRK MUI juga melakukan koordinasi kepada para pengurus mengenai pembagian di sub komisi.

Selain itu, membahas mengenai implementasi dua program prioritas dan empat program non prioritas KPRK MUI. Ariyana mendorong adanya sinergi dengan para mitra untuk mendukung program kerja KPRK MUI.

Dia meminta kepada pengurus KPRK MUI yang telah dibagi ke setiap sub komisi untuk menjalin komunikasi dengan para mitra.

Terutama dalam mempersiapkan program prioritas KPRK MUI yaitu Kongres Muslimah yang akan diadakan pada akhir tahun.

"Kongres Muslimah akan diadakan akhir tahun, pekerjaan besar dan anggaran besar. Program prioritas dan non berkomunikasi dengan calon mitra. Kalau sudah, tinggal komunikasikan mengenai persuratan, perlu ada audiensi atau tidak," tegasnya.