MUI Siapkan Rangkaian Pra-Kongres Jelang KUI VIII 2026, Angkat Isu Keumatan dan Kebangsaan
Miftahul Jannah
Penulis
Admin
Editor
Jakarta, MUI Digital – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mulai mempersiapkan rangkaian kegiatan Pra-Kongres Umat Islam (KUI) VIII Tahun 2026.
Hal ini sebagai bagian dari proses penyusunan materi dan rekomendasi kongres yang lebih komprehensif serta responsif terhadap berbagai persoalan umat, bangsa, dan dunia.
Wakil Sekretaris Jenderal MUI Bidang Halal sekaligus panitia Kongres Umat Islam Indonesia VIII, H Rofiqul Umam Ahmad, menjelaskan bahwa Kongres Umat Islam Indonesia VIII direncanakan berlangsung pada 24–26 Juli 2026 di Jakarta.
“Insya Allah Kongres Umat Islam Indonesia VIII akan diselenggarakan pada 24 sampai 26 Juli 2026 di Jakarta. Sebelum memasuki agenda besar tersebut, MUI akan menggelar berbagai kegiatan pra-kongres sebagai bagian dari proses persiapan,” ujar Kiai Rofiq kepada MUI Digital, seusai rapat pimpinan MUI di Jakarta, Selasa (2/6/2026).
Menurut Kiai Rofiq, kegiatan pra-kongres akan dilaksanakan melalui dua jalur. Pertama, kegiatan yang diselenggarakan oleh komisi-komisi MUI sesuai bidang tugas dan fungsinya.
Hingga saat ini telah terdata sekitar 11 kegiatan dari berbagai komisi yang akan menjadi bagian dari rangkaian menuju Kongres Umat Islam Indonesia VIII.
Selain itu, panitia kongres melalui Steering Committee (SC) yang terbagi ke dalam sekitar tujuh hingga delapan komisi juga akan menyelenggarakan berbagai forum ilmiah dan diskusi tematik.
Baca juga: Sebanyak 19 Kloter Jamaah Haji Indonesia Sudah Kembali ke Tanah Air
“Setiap komisi dalam SC Kongres akan mengadakan seminar, diskusi, dan berbagai kegiatan akademik lainnya yang berkaitan dengan tema-tema strategis yang menjadi fokus pembahasan kongres,” jelasnya.
Kegiatan-kegiatan tersebut tidak hanya dilaksanakan di Kantor MUI Pusat, tetapi juga akan melibatkan berbagai institusi dan pemangku kepentingan lainnya, seperti pesantren, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, serta lembaga-lembaga terkait di berbagai daerah.
Menurutnya, pelaksanaan pra-kongres di berbagai lokasi tersebut bertujuan memperluas partisipasi dan menjaring sebanyak mungkin masukan dari berbagai elemen umat Islam.
Kiai Rofiq menegaskan bahwa kegiatan pra-kongres memiliki peran penting dalam memperkaya substansi materi yang akan dibahas pada Kongres Umat Islam Indonesia VIII.
Baca juga: Kereta Metro Masyair, Salah Satu Kunci Sukses Transportasi Jamaah Haji Selama di Armuzna
“Pra-kongres ini dimaksudkan untuk memberikan masukan, catatan kritis, sekaligus memperdalam berbagai materi yang sedang disusun oleh Steering Committee Kongres,” katanya.
Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa forum-forum pra-kongres juga menjadi sarana untuk mengidentifikasi dan mendalami berbagai persoalan aktual yang berkembang di tengah masyarakat, baik pada level nasional maupun global.
“Kita ingin menyelami berbagai isu dan permasalahan yang sedang dihadapi umat, bangsa, bahkan tantangan global, sehingga materi yang nantinya disusun oleh SC Kongres benar-benar tepat sasaran dan relevan dengan kebutuhan umat,” ujarnya.
Melalui rangkaian pra-kongres tersebut, MUI berharap Kongres Umat Islam Indonesia VIII tidak hanya menjadi forum silaturahim dan konsolidasi umat, melainkan juga mampu menghasilkan gagasan, rekomendasi, dan langkah strategis yang memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa serta kemajuan umat Islam Indonesia.