MUI Imbau Masyarakat Jalankan Akvitas Membangunkan Sahur dengan Bijak
Admin
Penulis
Jakarta, MUI Digital— Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau masyarakat agar tradisi membangunkan sahur menggunakan toa (pengeras suara) masjid atau mushola dilakukan seperlunya saja.
Wakil Ketua Umum MUI, KH M Cholil Nafis, mengingatkan masyarakat untuk mempertimbangkan kondisi daerah padat penduduk dan banyak ditempati oleh non-Muslim.
Kiai Cholil menerangkan, jangan sampai tradisi membangunkan sahur dapat mengganggu orang yang tidak berpuasa, termasuk non-Muslim.
"Jika dilakukan pakai (toa) masjid seperlunya saja. Misalnya pada jam-jam sahur setengah 4, tapi jangan terlalu keras. Di daerah padat (penduduk) dan banyak non-Muslim tentu diukur sebaiknya yang tidak mengganggu orang yang tidak berpuasa," kata Kiai Cholil kepada MUI Digital di Jakarta, Jumat (20/2/2026).
Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah, Depok, Jawa Barat ini mengimbau masyarakat untuk terus melakukan tradisi membangunkan sahur. Dia menegaskan tradisi ini harus dilakukan secara bijak, khususnya ketika menggunakan pengeras suara.
"Bangunkan seperlunya. Penggunaan speaker, pengeras suara, (dilakukan) pada waktu yang dibutuhkan," ujarnya.
Kiai Cholil juga menyoroti sekelompok pemuda yang kerap keliling lingkungan rumahnya untuk membangunkan sahur masyarakat. Sebagaimana aktivitas vidio yang kerap viral di media sosial.