Lewati ke konten utama
Selasa, 7 Juli 2026 / 21 Muharam 1448 H
Jadwal memuat...
Berita

Menag: Dialog Jadi Kunci Penyelesaian Konflik Global

3 menit baca 839 dibaca
Menag Nasaruddin Umar
Menteri Agama Prof KH Nasaruddin Umar (kedua kanan) dalam konferensi pers seusai Silaturahim Nasional dan Halal Bi Halal MUI di Jakarta, Rabu (15/4/2026) malam. Foto: Miftahul Jannah/ MUI Digital
Bagikan:

Jakarta, MUI Digital — Menteri Agama RI Prof Dr KH Nasaruddin Umar menegaskan pentingnya peran Indonesia dalam mendorong penyelesaian berbagai persoalan global melalui pendekatan dialog dan kemanusiaan.

Menurutnya, penyelesaian konflik antarbangsa harus mengedepankan dialog, bukan kekerasan apalagi peperangan. Dia menilai pendekatan damai menjadi satu-satunya jalan untuk menciptakan stabilitas global yang berkelanjutan.

“Semua persoalan antarbangsa harus diselesaikan dengan mengedepankan dialog, bukan dengan kekerasan, apalagi perang,” ujarnya dalam acara Silaturahim Nasional Ormas Islam dan Halal Bihalal 1447 Hijriyah yang digelar di The Sultan Hotel Jakarta, Kamis (16/4/2026).

Dia juga menyampaikan apresiasi atas pandangan Ketua Umum MUI yang mendorong peran aktif Indonesia di kancah internasional, khususnya dalam menjembatani dialog antarnegara guna menyelesaikan berbagai persoalan global.

Baca juga: Ketum MUI: Persatuan, Keadilan, dan Perdamaian adalah Kebutuhan Dunia

Lebih lanjut, Menag menyatakan dukungannya terhadap “10 Taujihat” yang disampaikan oleh ormas-ormas Islam dalam forum tersebut. 

Menurutnya, poin-poin tersebut mencakup berbagai isu penting, mulai dari persoalan nasional, regional, hingga internasional.

Dia menegaskan bahwa inti dari seluruh seruan tersebut adalah pentingnya menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap upaya penyelesaian masalah.

“Yang paling utama adalah bagaimana semua pihak mengedepankan aspek kemanusiaan dalam menghadapi setiap persoalan,” katanya.

Selain itu, Menag juga mengapresiasi dukungan masyarakat terhadap peran ulama dan pemerintah (umara) dalam menjalankan tugas masing-masing. Sinergi tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas nasional sekaligus memperkuat kontribusi Indonesia di tingkat global.

Dia berharap, kolaborasi antara ulama, pemerintah, dan masyarakat dapat terus diperkuat guna mewujudkan perdamaian, baik di dalam negeri maupun di kancah internasional.

“Dengan dukungan masyarakat, ulama dan umara dapat menjalankan perannya secara optimal dalam menghadapi berbagai tantangan,” kata dia. 

Acara bertajuk: Bersatu dalam Ukhuwah untuk Keadilan dan Perdamaian Dunia ini digelar di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Rabu (15/4/2026) malam WIB.

 Kegiatan ini juga mengeluarkan 10 taujihat bertajuk Bersatu dalam Ukhuwah untuk Keadilan dan Perdamaian Dunia. Perwakilan ormas Islam pendiri MUI yang membacakan 10 taujihad tersebut yakni Prof KH Nizar Ali (Nahdlatul Ulama)  KH Sahad Ibrahim (Muhamadiyah) dan Buya Syarfi (PERTI).

Kemudian, Rusydy Zakaria GUPPI, Rahmat Hidayat (DMI), Oke Setiadi Affedi (MA), Ruswanto (PTDI), Musyhuril Khamis (Al Washliyah), Inayatullah A. Hasim (Al Ittihadiyah) dan Hamdan Zoelva (Syarikat Islam).

Baca juga: Hadiri Halal Bi Halal MUI, Kapolri Turut Doakan Bangsa Palestina

Pembacaan 10 taujihat ini juga dipandu oleh Sekretaris Jenderal MUI Buya Amirsyah Tambunan, Wakil Ketua Umum MUI KH Cholil Nafis dan KH Marsudi Syuhud.

Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh, antara lain, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Menteri Pertanian Amran Sulaiman,Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung, Menteri Haji dan Umrah Gus Irfan,  Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak.

Kemudian, Kepala BGN Dadan Hindayana, Ketua Komisi Yudisial Abdul Chair Ramadhan, Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta, dan Wakil Ketua Baznas RI Zainut Tauhud Sa'adi.