Lewati ke konten utama
Selasa, 21 Juli 2026 / 6 Shafar 1448 H
Jadwal memuat...
Berita

Materi Pembahasan Telah Dimatangkan Tiga Bulan, MUI Berserta 87 Organisasi Islam Bersiap Ramaikan KUII ke-VIII

3 menit baca 159 dibaca
2b4ffb0b-6372-494f-a1b1-c9472a8240ce
Bagikan:

JAKARTA — Majelis Ulama Indonesia (MUI) menghimpun sekitar 87 organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam dalam Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII yang akan digelar di Jakarta pada 26–28 Juli 2026. 

Kongres tersebut dipersiapkan selama tiga bulan melalui rangkaian diskusi lintas bidang sebagai upaya merumuskan solusi atas berbagai persoalan kebangsaan.

Ketua Organizing Committee (OC) KUII VIII 2026, M. Azrul Tanjung, mengatakan persiapan kongres tidak dilakukan secara instan. 

Selama tiga bulan terakhir, panitia menyelenggarakan berbagai pra-kongres yang membahas isu-isu strategis, mulai dari seni budaya, ekonomi, hukum, hingga persoalan kebangsaan lainnya.

"Hari ini, insyaallah, bersama para ormas kita akan mematangkan materi-materi yang sudah kita persiapkan dalam waktu tiga bulan. Jadi memang persiapan acara ini sangat panjang, memakan waktu tiga bulan, diawali dari diskusi-diskusi dan berbagai materi kegiatan," ujarnya dalam Konferensi Pers Kongres Umat Islam Indonesia di Kantor Pusat MUI, Jakarta Pusat, Selasa (21/7/2026).

Menurut Azrul, berbagai pembahasan tersebut menjadi fondasi utama agar KUII VIII tidak sekadar menjadi forum silaturahmi umat Islam, melainkan mampu menghasilkan rekomendasi yang relevan bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Azrul menjelaskan, kongres juga akan membahas sejumlah isu nasional yang dinilai perlu mendapatkan perhatian bersama. Karena itu, MUI berharap media turut mengawal dan menyebarluaskan hasil-hasil pembahasan kepada masyarakat.

"Berbagai agenda yang secara nasional perlu kita koreksi juga akan kita bahas pada kongres. Kita berharap kongres ini akan memberikan warna sekaligus memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang kita rasakan akhir-akhir ini," katanya.

Azrul menegaskan, KUII VIII menjadi forum yang merepresentasikan keberagaman elemen umat Islam di Indonesia. 

Selain menghadirkan peserta dari lingkungan MUI, kongres juga melibatkan berbagai organisasi Islam, lembaga filantropi, tokoh masyarakat, lembaga swadaya masyarakat (LSM), hingga unsur pemerintah.

"Kongres Umat Islam Indonesia ini akan diikuti oleh organisasi-organisasi Islam yang jumlahnya kurang lebih 87 organisasi," ujarnya.

Sejumlah pejabat negara, mulai dari Presiden Prabowo Subianto, pimpinan DPR, Ketua Mahkamah Agung (MA), Kapolri, Panglima TNI, hingga Menteri Keuangan dijadwalkan hadir dalam KUII VIII 2026 tersebut.

Selain peserta yang beragam, kongres juga akan menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang. 

Tidak hanya berasal dari pemerintah, forum tersebut turut mengundang tokoh-tokoh masyarakat sipil (civil society) untuk memperkaya perspektif dalam pembahasan isu-isu strategis.

Adapun jumlah peserta KUII VIII mencapai sekitar 551 orang. Mereka terdiri atas pimpinan dan Dewan Pertimbangan MUI Pusat, ketua dan sekretaris MUI provinsi se-Indonesia, pimpinan ormas Islam tingkat pusat, lembaga filantropi, tokoh individual, LSM, serta sejumlah lembaga pemerintah.

Dengan komposisi peserta dan narasumber yang beragam, MUI berharap KUII VIII mampu memperkuat sinergi umat Islam dalam memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.

Mengusung tema "Umat Bersatu, Bangsa Berdaulat, Negara Kuat", kongres diharapkan menjadi ruang musyawarah strategis untuk melahirkan rekomendasi kebangsaan yang mampu menjawab tantangan Indonesia saat ini maupun di masa mendatang.